Berada di Lereng Merapi, Museum Ullen Sentalu Menyimpan Banyak Sejarah Mataram
Kamis, 11 Mei 2023 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Semula, koleksi yang ada di museum ini hanya dijadikan koleksi pribadi yang digagas keluarga Haryono, keluarga pembatik di Yogyakarta yang memang masih keturunan bangsawan. Mereka banyak mengoleksi peninggalan warisan budaya Jawa.
Selain itu, koleksi yang ada di museum ini juga didapat dari hibah Yayasan Ulating Blencong (pengelola museum) dan sesepuh keluarga kerajaan Mataram.
Di museum yang diresmikan pada 1 Maret 1997 oleh KGPAA Paku Alam VIII ini, pengunjung dapat melihat banyak lukisan dan foto bangsawan pada zaman tersebut. Tak hanya itu, terdapat pula koleksi kain batik Solo dan Yogyakarta dengan maknanya tersendiri, gamelan kuno, arca-arca budaya Hindu dan Budha, serta peninggalan lainnya.
Menariknya, ketika berkunjung ke museum ini, pengunjung tidak mendapati label atau keterangan pada koleksinya. Oleh karena itu, untuk memahaminya, pengunjung akan dipandu oleh pemandu yang dapat menjelaskan satu per satu koleksi yang ada. Pengunjung pun dibebaskan untuk bertanya lebih lanjut terkait sejarah atau koleksi yang dilihat.
Sebagian besar koleksi yang tersedia di museum ini adalah warisan budaya tak-benda (intangible heritage) yang diabadikan dalam bentuk lukisan naratif, sehingga pengunjung tidak diperkenankan sama sekali untuk mendokumentasikan kegiatan selama berada di dalam ruangan.
Selain itu, koleksi yang ada di museum ini juga didapat dari hibah Yayasan Ulating Blencong (pengelola museum) dan sesepuh keluarga kerajaan Mataram.
Di museum yang diresmikan pada 1 Maret 1997 oleh KGPAA Paku Alam VIII ini, pengunjung dapat melihat banyak lukisan dan foto bangsawan pada zaman tersebut. Tak hanya itu, terdapat pula koleksi kain batik Solo dan Yogyakarta dengan maknanya tersendiri, gamelan kuno, arca-arca budaya Hindu dan Budha, serta peninggalan lainnya.
Menariknya, ketika berkunjung ke museum ini, pengunjung tidak mendapati label atau keterangan pada koleksinya. Oleh karena itu, untuk memahaminya, pengunjung akan dipandu oleh pemandu yang dapat menjelaskan satu per satu koleksi yang ada. Pengunjung pun dibebaskan untuk bertanya lebih lanjut terkait sejarah atau koleksi yang dilihat.
Sebagian besar koleksi yang tersedia di museum ini adalah warisan budaya tak-benda (intangible heritage) yang diabadikan dalam bentuk lukisan naratif, sehingga pengunjung tidak diperkenankan sama sekali untuk mendokumentasikan kegiatan selama berada di dalam ruangan.
Lihat Juga :