Kehidupan Kampus yang Sebenarnya, dan Tips untuk Mahasiswa Baru dalam Menghadapinya
Rabu, 22 Juli 2020 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menghadapinya, kamu harus belajar menjadi mandiri dan disiplin. Gak ada yang bisa selalu menolongmu selain diri kamu sendiri. Karena teman-teman kuliahmu juga punya masalahnya masing-masing. (Baca Juga: Survei: Kampus dan Fakultas Mana yang Paling Modis? )
5. PRA-KRISIS SEPEREMPAT ABAD YANG BIKIN MENTAL TERKOYAK-KOYAK
![Kehidupan Kampus yang Sebenarnya, dan Tips untuk Mahasiswa Baru dalam Menghadapinya]()
Foto: @fairytailphotography/Unsplash
Istilahbekennya yaitu pre-quarter life crisisdan mental break down. Yang disebut pertama adalah kondisi saat kita berumur antara 18-24 tahun dan biasanya mulai mempertanyakan masa depannya dan menyesali masa lalunya.
Mahasiswa yang mengalami hal ini akan merasa gak punya motivasi, insecure, dan overthinking terhadap masa depan mereka, merasa pencapaiannya gak berharga, bahkan menganggap hidupnya gak berguna. Apalagi ketika melihat orang lain atau temannya yang udah lebih dulu sukses, atau sekedar punya pencapaian baru.
Keadaan emosi seperti ini akan memengaruhi kesehatan mental seorang mahasiswa. Belum lagi tekanan-tekanan dari orang lain. Banyak mahasiswa yang tinggal jauh jadi kangen banget sama keluarganya alias homesick, dan ingin kembali menjadi anak-anak lagi karena gak perlu memikirkan banyak hal.
Kamu bisa mengatasi hal ini lewat bantuan support system, yaitu orang-orang terdekat yang siap mendukungmu. Biasanya teman dekat, keluarga, atau komunitas kesehatan mental. Kalau udah parah, kamu lebih baik untuk menghubungi psikolog dan badan konseling kampus.
Pada hakikatnya, kehidupan perkuliahan adalah proses remaja untuk mendewasakan diri. Jadi, kamu pun harus siap-siap untuk dewasa juga. (Baca Juga: Quarter Life Crisis, Bikin Galau Kalangan Twenties )
Jangan khawatir, selagi kamu berusaha dan berdoa, pasti bisa melewati perkuliahan dengan baik. Pihak kampus pun mengerti akan hal ini, sehingga teman-temanmu dari organisasi kemahasiswaan seperti himpunan dan BEM, siap membantumu ketika kamu punya masalah dan butuh bantuan.
Jadi, jangan khawatir dan tetap semangat, ya!
Peter Leonaldy ND
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @peterleonaldy
5. PRA-KRISIS SEPEREMPAT ABAD YANG BIKIN MENTAL TERKOYAK-KOYAK

Foto: @fairytailphotography/Unsplash
Istilahbekennya yaitu pre-quarter life crisisdan mental break down. Yang disebut pertama adalah kondisi saat kita berumur antara 18-24 tahun dan biasanya mulai mempertanyakan masa depannya dan menyesali masa lalunya.
Mahasiswa yang mengalami hal ini akan merasa gak punya motivasi, insecure, dan overthinking terhadap masa depan mereka, merasa pencapaiannya gak berharga, bahkan menganggap hidupnya gak berguna. Apalagi ketika melihat orang lain atau temannya yang udah lebih dulu sukses, atau sekedar punya pencapaian baru.
Keadaan emosi seperti ini akan memengaruhi kesehatan mental seorang mahasiswa. Belum lagi tekanan-tekanan dari orang lain. Banyak mahasiswa yang tinggal jauh jadi kangen banget sama keluarganya alias homesick, dan ingin kembali menjadi anak-anak lagi karena gak perlu memikirkan banyak hal.
Kamu bisa mengatasi hal ini lewat bantuan support system, yaitu orang-orang terdekat yang siap mendukungmu. Biasanya teman dekat, keluarga, atau komunitas kesehatan mental. Kalau udah parah, kamu lebih baik untuk menghubungi psikolog dan badan konseling kampus.
Pada hakikatnya, kehidupan perkuliahan adalah proses remaja untuk mendewasakan diri. Jadi, kamu pun harus siap-siap untuk dewasa juga. (Baca Juga: Quarter Life Crisis, Bikin Galau Kalangan Twenties )
Jangan khawatir, selagi kamu berusaha dan berdoa, pasti bisa melewati perkuliahan dengan baik. Pihak kampus pun mengerti akan hal ini, sehingga teman-temanmu dari organisasi kemahasiswaan seperti himpunan dan BEM, siap membantumu ketika kamu punya masalah dan butuh bantuan.
Jadi, jangan khawatir dan tetap semangat, ya!
Peter Leonaldy ND
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @peterleonaldy
(it)
Lihat Juga :