Intip Bocoran Film yang Bakal Tayang di Festival Balinale 2023
Kamis, 18 Mei 2023 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Drama kriminal karya Philip Yung (Hong Kong), Where the Wind Blows. Sisu wakil dari Finlandia, disutradarai Jalmari Helander. Women Talking karya Sarah Polley (Amerika Serikat), ia juga film pemenang Best Adapted Screenplay ajang Oscar 2023 dan pemenang Best Picture ajang Critics Choice Award 2023.
"Deretan film cerita pendek, dokumenter dan doku-drama berkelas lain di Balinale 2023 di antaranya adalah: Crows are White karya sutradara Irlandia Ahsen Nadeem. Last Visitantes karya sutradara Spanyol, Enrique Buleo, Playground karya Yaxing Lin (Amerika). Dua sutradara tanah air, Yuda Kurniawan dengan karya film pendek berjudul The Tone Wheels dan Azalia Muchransyah lewat film Lolitha," ungkapnya.
Untuk menikmati film, ada opsi atau pilihan pembelian tiket festival selama empat hari melalui situs Townscript. Tiket early bird tersedia hingga 24 Mei. Untuk informasi terperinci tentang judul film dan jadwal tayang, silakan kunjungi situs web festival di www.balinale.com. Semua film memerlukan pra-registrasi, sementara pendaftaran dibuka pada 21 Mei 2023.
Sementara itu, ajang Balinale Film Festival ini diakui secara internasional sebagai salah satu festival film utama di Asia Tenggara. Balinale dikenal karena pemahaman khusus, juga promosi dan dukungan terhadap kemajuan perfilman Indonesia dalam forum internasional, dukungan terhadap pembuat film independen maupun yang sudah mapan.
Deborah mengungkapkan bahwa Balinale selalu menjadi pilihan platform bagi para pembuat film yang baru muncul, program-program dukungan kemitraan, kerjasama dan kolaborasi lintas negara. Di antaranya adalah program kemitraan bertajuk Art of the Score The Juilliard School's Center for Innovation in the Arts.
Kolaborasi kreatif yang melibatkan musisi dan komposer mahasiswa Juilliard dan pembuat film pelajar dari Indonesia. Tahun ini Balinale menghadirkan pemenang penghargaan tahunan American-Indonesian Cultural and Educational Foundation (AICEF) Prize untuk pembuat film panjang dari Indonesia di karya pertama atau kedua mereka.
"Deretan film cerita pendek, dokumenter dan doku-drama berkelas lain di Balinale 2023 di antaranya adalah: Crows are White karya sutradara Irlandia Ahsen Nadeem. Last Visitantes karya sutradara Spanyol, Enrique Buleo, Playground karya Yaxing Lin (Amerika). Dua sutradara tanah air, Yuda Kurniawan dengan karya film pendek berjudul The Tone Wheels dan Azalia Muchransyah lewat film Lolitha," ungkapnya.
Untuk menikmati film, ada opsi atau pilihan pembelian tiket festival selama empat hari melalui situs Townscript. Tiket early bird tersedia hingga 24 Mei. Untuk informasi terperinci tentang judul film dan jadwal tayang, silakan kunjungi situs web festival di www.balinale.com. Semua film memerlukan pra-registrasi, sementara pendaftaran dibuka pada 21 Mei 2023.
Sementara itu, ajang Balinale Film Festival ini diakui secara internasional sebagai salah satu festival film utama di Asia Tenggara. Balinale dikenal karena pemahaman khusus, juga promosi dan dukungan terhadap kemajuan perfilman Indonesia dalam forum internasional, dukungan terhadap pembuat film independen maupun yang sudah mapan.
Deborah mengungkapkan bahwa Balinale selalu menjadi pilihan platform bagi para pembuat film yang baru muncul, program-program dukungan kemitraan, kerjasama dan kolaborasi lintas negara. Di antaranya adalah program kemitraan bertajuk Art of the Score The Juilliard School's Center for Innovation in the Arts.
Kolaborasi kreatif yang melibatkan musisi dan komposer mahasiswa Juilliard dan pembuat film pelajar dari Indonesia. Tahun ini Balinale menghadirkan pemenang penghargaan tahunan American-Indonesian Cultural and Educational Foundation (AICEF) Prize untuk pembuat film panjang dari Indonesia di karya pertama atau kedua mereka.
Lihat Juga :