CERMIN: Visual Melawan Cerita, Mana yang Menang?
Rabu, 31 Mei 2023 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam enam episode, kita akan berkenalan dengan lima karakter utama: ada Kai, siswi baru yang masuk ke sekolah elite tersebut hanya karena diwasiatkan oleh almarhum ayahnya. Kai yang cerdas bisa begitu saja masuk ke sekolah yang tak pernah ia cari tahu sebelumnya bagaimana sistem belajarnya, lingkungan sekolahnya dan seterusnya. Kita sebagai penonton dipaksa maklum saja dengan cerita yang sekadar ingin Kai masuk ke dalam sistem bobrok.
Sebelum Kai, ada empat siswa lainnya dengan karakter yang sesungguhnya dibangun menarik. Mereka yaitu Re, cowok pintar sekaligus pemberontak (yang digambarkan seperti ensiklopedia berjalan). Lalu Kenan, siswa teladan tak banyak ulah yang menjadi favorit para cewek (yang dirasa cukup hanya digambarkan dalam satu adegan formulaik).
![CERMIN: Visual Melawan Cerita, Mana yang Menang?]()
Foto: Prime Video
Berikutnya ada Ale, cewek bergaya gotik yang awalnya digambarkan terisolasi (lantas dengan mudah berbaur begitu saja dengan empat siswa lainnya) dan Aurora, putri direktur sekolah sekaligus penari balet jempolan (yang awalnya juga digambarkan sebagai princess yang karakternya luntur dengan mudah begitu saja).
Dengan inkonsistensi karakter tersebut, cerita pun berjalan dengan segala cara agar setia dengan materi aslinya. Akibatnya fatal. Bolong cerita tampak di banyak tempat, plot twist ala-ala yang muncul begitu saja tanpa ada petunjuk demi petunjuk samar yang disebar sebelumnya dan terutama bagaimana cerita tak tampak berusaha keras untuk fokus pada plot utama yaitu tentang upaya siswa/siswi cerdas membongkar kebobrokan sistem di sekolah mereka.
Subplot demi subplot yang tak menyumbang apa pun bagi plot utama bertebaran di mana-mana yang seharusnya bisa dipangkas agar cerita menjadi lebih solid tersaji bagi penonton.
Padahal visual serial A+bisa jadi adalah visual terbaik yang pernah disajikan oleh sebuah serial lokal. Sinematografer Edi Michael dan penata artistik Allan Sebastian bekerja sama sangat padu menyajikan visual yang enak sekali dipandang mata. Cantik dari segala arah dan sering kali terasa bisa menambal banyaknya bolong dari sajian cerita.
![CERMIN: Visual Melawan Cerita, Mana yang Menang?]()
Foto: Prime Video
Sebelum Kai, ada empat siswa lainnya dengan karakter yang sesungguhnya dibangun menarik. Mereka yaitu Re, cowok pintar sekaligus pemberontak (yang digambarkan seperti ensiklopedia berjalan). Lalu Kenan, siswa teladan tak banyak ulah yang menjadi favorit para cewek (yang dirasa cukup hanya digambarkan dalam satu adegan formulaik).

Foto: Prime Video
Berikutnya ada Ale, cewek bergaya gotik yang awalnya digambarkan terisolasi (lantas dengan mudah berbaur begitu saja dengan empat siswa lainnya) dan Aurora, putri direktur sekolah sekaligus penari balet jempolan (yang awalnya juga digambarkan sebagai princess yang karakternya luntur dengan mudah begitu saja).
Dengan inkonsistensi karakter tersebut, cerita pun berjalan dengan segala cara agar setia dengan materi aslinya. Akibatnya fatal. Bolong cerita tampak di banyak tempat, plot twist ala-ala yang muncul begitu saja tanpa ada petunjuk demi petunjuk samar yang disebar sebelumnya dan terutama bagaimana cerita tak tampak berusaha keras untuk fokus pada plot utama yaitu tentang upaya siswa/siswi cerdas membongkar kebobrokan sistem di sekolah mereka.
Subplot demi subplot yang tak menyumbang apa pun bagi plot utama bertebaran di mana-mana yang seharusnya bisa dipangkas agar cerita menjadi lebih solid tersaji bagi penonton.
Padahal visual serial A+bisa jadi adalah visual terbaik yang pernah disajikan oleh sebuah serial lokal. Sinematografer Edi Michael dan penata artistik Allan Sebastian bekerja sama sangat padu menyajikan visual yang enak sekali dipandang mata. Cantik dari segala arah dan sering kali terasa bisa menambal banyaknya bolong dari sajian cerita.

Foto: Prime Video
Lihat Juga :