Demam Berdarah Bisa Menyerang Otak, Jangan Anggap Sepele!
Kamis, 01 Juni 2023 - 12:55 WIB
loading...
Demam berdarah dengue (DBD) bisa berakibat fatal. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti ini bisa menyerang organ vital seperti otak. Foto/Medical Xpress
A
A
A
JAKARTA - Demam berdarah dengue (DBD) bisa berakibat fatal. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti ini bisa menyerang organ vital seperti otak sehingga penting untuk diwaspadai.
Dokter Spesialis Anak dr Anggraini Alam, SpA(K) mengatakan bahwa pasien demam berdarah yang parah akan mempengaruhi organ vital. Seperti otak, hati, dan pankreas.
"Dengue itu tidak bisa kita prediksi untuk seorang dokter," kata Anggraini saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2023).
"Apakah dia akan menjadi biasa-biasa saja atau masuk nanti lima persen yang mengalami syok perdarahan atau terkena berbagai organ tubuh lainnya termasuk otak, hati, pankreas semuanya bisa," sambungnya.
Baca Juga: 6 Gejala Demam Berdarah pada Anak yang Harus Diwaspadai
Sementara pasien demam berdarah ringan, biasanya akan diperiksa darahnya selama 18 hingga 24 jam sekali. Ini bertujuan untuk mengecek hematokrit atau kekentalan darah.
"Pada pasien ringan itu 18 sampai 24 jam sekali harus cek darah. Sekali lagi tidak hanya trombosit, tetapi buat dokter untuk mengetahui hematokrit alias kekentalan darah," jelas Anggraini.
Dokter Spesialis Anak dr Anggraini Alam, SpA(K) mengatakan bahwa pasien demam berdarah yang parah akan mempengaruhi organ vital. Seperti otak, hati, dan pankreas.
"Dengue itu tidak bisa kita prediksi untuk seorang dokter," kata Anggraini saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2023).
"Apakah dia akan menjadi biasa-biasa saja atau masuk nanti lima persen yang mengalami syok perdarahan atau terkena berbagai organ tubuh lainnya termasuk otak, hati, pankreas semuanya bisa," sambungnya.
Baca Juga: 6 Gejala Demam Berdarah pada Anak yang Harus Diwaspadai
Sementara pasien demam berdarah ringan, biasanya akan diperiksa darahnya selama 18 hingga 24 jam sekali. Ini bertujuan untuk mengecek hematokrit atau kekentalan darah.
"Pada pasien ringan itu 18 sampai 24 jam sekali harus cek darah. Sekali lagi tidak hanya trombosit, tetapi buat dokter untuk mengetahui hematokrit alias kekentalan darah," jelas Anggraini.
Lihat Juga :