Diangkat dari Buku Misteri Karya Balai Pustaka, Film Kutukan Peti Mati Siap 'Gentayangan' di Bioskop Tanah Air
Kamis, 01 Juni 2023 - 15:51 WIB
loading...
Yoriko Angeline dan Aliff Alli, dua pemeran utama film Kutukan Peti Mati. Foto/Balai Pustaka
A
A
A
JAKARTA - Film horor Kutukan Peti Mati segera rilis di bioskop. Film ini istimewa karena menjadi karya perdana Balai Pustaka, perusahaan negara yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan yang sudah memiliki banyak sekali intelectual property (IP) berupa buku yang terkenal.
Buku-buku dari Balai Pustaka banyak yang dianggap menarik diangkat ke layar lebar. Seiring perkembangan zaman, sesuai amanat Menteri BUMN Erick Thohir kepada seluruh BUMN dan anak perusahaannya, Balai Pustaka pun coba bertransformasi dengan mengembangkan produk multimedia, salah satunya film.
“Balai Pustaka harus berpindah haluan. Bukan hanya menggeluti bidang penerbitan dan percetakan, tetapi juga ke multimedia dalam bentuk pembuatan film. Nah, kebetulan buku-buku IP yang dimiliki Balai Pustaka banyak yang menarik untuk diangkat ceritanya dalam bentuk film,” kata Dirut PT Balai Pustaka Achmad Fachrodji melalui siaran pers, Kamis (1/6/2023).
Dalam tiga tahun terakhir, ada dua judul novel terbitan Balai Pustaka yang ceritanya diangkat ke layar lebar dan siap tayang pada 2023.
“Novel pertama berjudul Sarcophagus Onrust atau Kutukan Peti Mati yang bergenre misteri dan horor, bercerita tentang hantu cantik jelita, Maria Van De Velde, beserta kisah misteri di zaman VOC yang melatarinya. Novel kedua berjudul Sitti Nurbaya, novel yang paling melegenda, bergenre romansa. Keduanya telah diproduksi filmnya dan akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia,” ungkap Achmad Fachrodji.
Kutukan Peti Mati sendiri sudah direncanakan tayang di bioskop pada 20 Juli 2023. Film yang diangkat dari novel karya Astryd D’ Savitri itu menampilkan sisi sejarah Pulau Onrust yang dibalut kisah misteri.
“Jadi, film Kutukan Peti Mati berasal dari kisah misteri yang ada di Pulau Onsrust serta cerita sejarah sejak kedatangan VOC di negeri ini. Tentu para pecinta film akan sangat tertarik dan penasaran untuk melihatnya. Semua yang terjadi di Pulau Onrust dikisahkan dalam novel Sarchopagus Onrust, termasuk misteri peti mati yang ada di sana. Karena itu, judul filmnya Kutukan Peti Mati,” beber Achmad Fachrodji yang juga bertindak sebagai produser eksekutif film tersebut.
Buku-buku dari Balai Pustaka banyak yang dianggap menarik diangkat ke layar lebar. Seiring perkembangan zaman, sesuai amanat Menteri BUMN Erick Thohir kepada seluruh BUMN dan anak perusahaannya, Balai Pustaka pun coba bertransformasi dengan mengembangkan produk multimedia, salah satunya film.
“Balai Pustaka harus berpindah haluan. Bukan hanya menggeluti bidang penerbitan dan percetakan, tetapi juga ke multimedia dalam bentuk pembuatan film. Nah, kebetulan buku-buku IP yang dimiliki Balai Pustaka banyak yang menarik untuk diangkat ceritanya dalam bentuk film,” kata Dirut PT Balai Pustaka Achmad Fachrodji melalui siaran pers, Kamis (1/6/2023).
Dalam tiga tahun terakhir, ada dua judul novel terbitan Balai Pustaka yang ceritanya diangkat ke layar lebar dan siap tayang pada 2023.
“Novel pertama berjudul Sarcophagus Onrust atau Kutukan Peti Mati yang bergenre misteri dan horor, bercerita tentang hantu cantik jelita, Maria Van De Velde, beserta kisah misteri di zaman VOC yang melatarinya. Novel kedua berjudul Sitti Nurbaya, novel yang paling melegenda, bergenre romansa. Keduanya telah diproduksi filmnya dan akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia,” ungkap Achmad Fachrodji.
Kutukan Peti Mati sendiri sudah direncanakan tayang di bioskop pada 20 Juli 2023. Film yang diangkat dari novel karya Astryd D’ Savitri itu menampilkan sisi sejarah Pulau Onrust yang dibalut kisah misteri.
“Jadi, film Kutukan Peti Mati berasal dari kisah misteri yang ada di Pulau Onsrust serta cerita sejarah sejak kedatangan VOC di negeri ini. Tentu para pecinta film akan sangat tertarik dan penasaran untuk melihatnya. Semua yang terjadi di Pulau Onrust dikisahkan dalam novel Sarchopagus Onrust, termasuk misteri peti mati yang ada di sana. Karena itu, judul filmnya Kutukan Peti Mati,” beber Achmad Fachrodji yang juga bertindak sebagai produser eksekutif film tersebut.
Lihat Juga :