Viral! Guru dan Murid Menikah hingga Prewedding di Kelas, Psikolog Ingatkan Bahaya Grooming
Jum'at, 02 Juni 2023 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
“Titik masalah disini bukan tentang umurnya saja, melainkan interaksi romantik antara murid-guru yang sengaja dipelihara oleh si guru perempuan tersebut,” tuturnya.
“Itu secara etik harusnya tidak diperkenankan karena adanya potensi grooming. Harus dibatasi interaksi antara guru-murid,” sambungnya.
Seperti yang dilansir di laman NSPCC, Grooming adalah kasus dimana seseorang membangun hubungan, kepercayaan dan hubungan emosional dengan seorang anak atau remaja sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan mereka.
Siapa saja bisa menjadi groomer, tidak peduli usia, jenis kelamin, atau ras mereka. Grooming dapat berlangsung dalam jangka waktu pendek atau panjang, bahkan dari minggu ke tahun.
Si pelaku alias ‘Groomer’ juga dapat membangun hubungan dengan keluarga atau teman si korban untuk membuat mereka tampak dapat dipercaya atau berwibawa.
Tak hanya oleh orang asing, anak-anak hingga remaja berpotensi menjadi korban grooming oleh kerabat hingga keluarga terdekatnya. Baik teman, guru, pemimpin kelompok agama, atau pelatih olahraga.
Hubungan yang dibangun oleh seorang groomer dapat mengambil bentuk yang berbeda. Ini bisa jadi beripa hubungan romantis, sebagai pembimbing, figur otoritas, hingga sosok yang dominan dan gigih.
“Itu secara etik harusnya tidak diperkenankan karena adanya potensi grooming. Harus dibatasi interaksi antara guru-murid,” sambungnya.
Seperti yang dilansir di laman NSPCC, Grooming adalah kasus dimana seseorang membangun hubungan, kepercayaan dan hubungan emosional dengan seorang anak atau remaja sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan mereka.
Siapa saja bisa menjadi groomer, tidak peduli usia, jenis kelamin, atau ras mereka. Grooming dapat berlangsung dalam jangka waktu pendek atau panjang, bahkan dari minggu ke tahun.
Si pelaku alias ‘Groomer’ juga dapat membangun hubungan dengan keluarga atau teman si korban untuk membuat mereka tampak dapat dipercaya atau berwibawa.
Tak hanya oleh orang asing, anak-anak hingga remaja berpotensi menjadi korban grooming oleh kerabat hingga keluarga terdekatnya. Baik teman, guru, pemimpin kelompok agama, atau pelatih olahraga.
Hubungan yang dibangun oleh seorang groomer dapat mengambil bentuk yang berbeda. Ini bisa jadi beripa hubungan romantis, sebagai pembimbing, figur otoritas, hingga sosok yang dominan dan gigih.
(hri)
Lihat Juga :