Dobrak Tabu dan Mitos Menstruasi melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi
Senin, 12 Juni 2023 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
"Pil kontrasepsi yang mengandung drospirenon adalah generasi terbaru dari pil kontrasepsi kombinasi yang mengandung progestogen drospirenon dalam kombinasi dengan progestin etinil estradiol. Pil kontrasepsi yang mengandung drospirenon terbukti efektif dalam mencegah kehamilan, dan juga memiliki sejumlah manfaat lain, termasuk mengurangi jerawat, mencegah penambahan berat badan, dan mengontrol siklus menstruasi," papar dr. Dewi Muliatin Santoso, Head of Medical Department of Bayer Pharmaceutical.
Pil KB kombinasi yang mengandung drospirenon juga secara ilmiah mampu mereduksi sejumlah keluhan yang berkaitan dengan hormon yang kerap dialami perempuan menjelang atau saat haid, yakni PMS (premenstrual syndrome) dan PMDD (premenstrual dysphoric disorder).
Gejala-gejala PMS yang dimaksud meliputi perasaan tertekan dan keputusasaan, kecemasan yang ditandai ketegangan, emosi yang labil, peningkatan konflik interpersonal, sulit tidur, lelah dan lesu, perubahan nafsu makan, kesulitan konsentrasi, serta gejala fisik lain seperti sakit kepala, perut kembung, nyeri otot atau sendi, atau pembengkakan pada payudara. Jika memiliki lima atau lebih gejala tersebut, terdapat kemungkinan adanya PMDD.
"Dengan mengurangi gejala-gejala tersebut, pil kontrasepsi dapat berdampak positif pada kestabilan mood akibat PMS dan PMDD perempuan selama siklus menstruasi," kata dr. Dewi.
Bayer sendiri memiliki komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat lewat program Bicara Kontrasepsi guna meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi perempuan. Pasalnya, di Indonesia mitos dan tabu seputar menstruasi masih menjadi hambatan bagi pemahaman masyarakat.
Pil KB kombinasi yang mengandung drospirenon juga secara ilmiah mampu mereduksi sejumlah keluhan yang berkaitan dengan hormon yang kerap dialami perempuan menjelang atau saat haid, yakni PMS (premenstrual syndrome) dan PMDD (premenstrual dysphoric disorder).
Gejala-gejala PMS yang dimaksud meliputi perasaan tertekan dan keputusasaan, kecemasan yang ditandai ketegangan, emosi yang labil, peningkatan konflik interpersonal, sulit tidur, lelah dan lesu, perubahan nafsu makan, kesulitan konsentrasi, serta gejala fisik lain seperti sakit kepala, perut kembung, nyeri otot atau sendi, atau pembengkakan pada payudara. Jika memiliki lima atau lebih gejala tersebut, terdapat kemungkinan adanya PMDD.
"Dengan mengurangi gejala-gejala tersebut, pil kontrasepsi dapat berdampak positif pada kestabilan mood akibat PMS dan PMDD perempuan selama siklus menstruasi," kata dr. Dewi.
Bayer sendiri memiliki komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat lewat program Bicara Kontrasepsi guna meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi perempuan. Pasalnya, di Indonesia mitos dan tabu seputar menstruasi masih menjadi hambatan bagi pemahaman masyarakat.
(tsa)
Lihat Juga :