Review Serial Secret Invasion: Bukan Tontonan Semua Orang
Rabu, 21 Juni 2023 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Merasa ditinggalkan Carol dan Nick yang tiba-tiba menghilang, generasi muda Skrull akhirnya memberontak. Mereka secara diam-diam berencana menguasai bumi. Anak Talos, Gi’ah (Emily Clarke), bahkan ikut bergabung dengan gerakan ini. Talos pun dalam dilema karena dia menginginkan perdamaian. Di sisi lain, kematian istrinya, Soren, memaksa Nick pulang ke bumi.
Namun, Nick sepertinya tidak menyangka kalau ancaman yang dia hadapi begitu besar. Gravik (Kingsley Ben-Adir), salah satu Skrull muda yang dikenalnya, memimpin gerakan invasi itu. Dia sangat karismatik, pintar menyusun strategi, dan ambisius. Dia akan melakukan apa pun demi mewujudkan keinginannya menjadikan bumi sebagai tempat tinggal baru Skrull di mana mereka bisa tampil tanpa harus berwujud seperti manusia, seperti saat ini.
![Review Serial Secret Invasion: Bukan Tontonan Semua Orang]()
Foto: Marvel
Secret Invasion akan menguji ketahanan Nick. Dia bukanlah pahlawan dengan kekuatan super yang dengan mudah melibas lawan-lawannya. Menghadapi Graviks, Nick butuh lebih dari sekadar kekuatan fisik, tapi juga intelektual. Dia tidak bisa mengandalkan Talos yang faktanya adalah Skrull dan anaknya ikut gerakan Graviks. Namun, Nick adalah mata-mata yang tahu setiap langkahnya. Keputusannya menemui Sonya Falsworth (Olivia Coleman) akan membuat penonton mengenal karakter lain yang sepertinya juga menjadi musuh Nick.
Sementara, posisi Nick membuatnya juga berseberangan dengan pemerintah. Nick dikenal bukan orang yang gampang tunduk pada pemerintah dan punya insting tersendiri. Berhadapan dengan Graviks, Nick bakal melakukan apa pun untuk menghentikan pemuda Skrull itu. Meski itu membuatnya tidak punya sekutu lagi. Kolonel James “Rhodey” Rhodes mungkin akan berusaha membantu, tapi, sekali lagi, Nick bakal sulit dihadapi.
Dari dua episode pertama yang sudah ditonton GenSINDO, Secret Invasion memberikan tontonan intensif yang sepertinya tidak akan menjadi favorit banyak orang. Serial ini berat dan bertema lebih dewasa dari sebagian besar film serta serial MCU. Secret Invasion mencoba membawa tema politik seperti Captain America: The Winter Soldier dengan fokus pada Nick Fury. Sama seperti di The Winter Soldier, Nick bakal menemukan dirinya tanpa sekutu yang bisa dia percaya. Terlebih, Avengers sekarang sudah kocar kacir.
![Review Serial Secret Invasion: Bukan Tontonan Semua Orang]()
Foto: Marvel
Serial ini berjalan lambat dengan konflik dibangun secara perlahan. Selain itu, seperti disebut dari awal, Nick bukan pahlawan dengan kekuatan super. Dia akan menyelesaikan segala permasalahan dengan pendekatan yang lebih membumi. Serial ini lebih terasa relate karena mengandalkan sisi manusia, bukan sekadar teknologi atau kekuatan super. Orang akan lebih melihat seperti apa Nick meski banyak yang merasa serial ini sudah telat.
Namun, Nick sepertinya tidak menyangka kalau ancaman yang dia hadapi begitu besar. Gravik (Kingsley Ben-Adir), salah satu Skrull muda yang dikenalnya, memimpin gerakan invasi itu. Dia sangat karismatik, pintar menyusun strategi, dan ambisius. Dia akan melakukan apa pun demi mewujudkan keinginannya menjadikan bumi sebagai tempat tinggal baru Skrull di mana mereka bisa tampil tanpa harus berwujud seperti manusia, seperti saat ini.

Foto: Marvel
Secret Invasion akan menguji ketahanan Nick. Dia bukanlah pahlawan dengan kekuatan super yang dengan mudah melibas lawan-lawannya. Menghadapi Graviks, Nick butuh lebih dari sekadar kekuatan fisik, tapi juga intelektual. Dia tidak bisa mengandalkan Talos yang faktanya adalah Skrull dan anaknya ikut gerakan Graviks. Namun, Nick adalah mata-mata yang tahu setiap langkahnya. Keputusannya menemui Sonya Falsworth (Olivia Coleman) akan membuat penonton mengenal karakter lain yang sepertinya juga menjadi musuh Nick.
Sementara, posisi Nick membuatnya juga berseberangan dengan pemerintah. Nick dikenal bukan orang yang gampang tunduk pada pemerintah dan punya insting tersendiri. Berhadapan dengan Graviks, Nick bakal melakukan apa pun untuk menghentikan pemuda Skrull itu. Meski itu membuatnya tidak punya sekutu lagi. Kolonel James “Rhodey” Rhodes mungkin akan berusaha membantu, tapi, sekali lagi, Nick bakal sulit dihadapi.
Dari dua episode pertama yang sudah ditonton GenSINDO, Secret Invasion memberikan tontonan intensif yang sepertinya tidak akan menjadi favorit banyak orang. Serial ini berat dan bertema lebih dewasa dari sebagian besar film serta serial MCU. Secret Invasion mencoba membawa tema politik seperti Captain America: The Winter Soldier dengan fokus pada Nick Fury. Sama seperti di The Winter Soldier, Nick bakal menemukan dirinya tanpa sekutu yang bisa dia percaya. Terlebih, Avengers sekarang sudah kocar kacir.

Foto: Marvel
Serial ini berjalan lambat dengan konflik dibangun secara perlahan. Selain itu, seperti disebut dari awal, Nick bukan pahlawan dengan kekuatan super. Dia akan menyelesaikan segala permasalahan dengan pendekatan yang lebih membumi. Serial ini lebih terasa relate karena mengandalkan sisi manusia, bukan sekadar teknologi atau kekuatan super. Orang akan lebih melihat seperti apa Nick meski banyak yang merasa serial ini sudah telat.
Lihat Juga :