SOROT: Seandainya Saya sebagai Sutradara Sinetron Stripping
Sabtu, 24 Juni 2023 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Obrolan jelang libur Lebaran tahun lalu dengan CEO salah satu rumah produksi besar yang banyak melahirkan judul-judul sinetron populer pun kembali terputar ulang di benak saya pagi ini. Waktu itu saya mengirimkan deck pitch untuk serial di salah satu layanan streaming video.
Saya mendapat respons cepat berupa pertanyaan menggelitik, “Mas Ichwan enggak tertarik dengan sinetron?” Saya pun mengiyakan dan akhirnya bertemu beliau keesokan harinya.
![SOROT: Seandainya Saya sebagai Sutradara Sinetron Stripping]()
Foto: MNCTV
Setelah mengemukakan segala uneg-uneg saya soal sinetron dan juga mendengarkan banyak insight menarik dari beliau seputar sinetron, saya pikir saya cukup tertarik untuk terlibat dalam produksi sinetron. Jika diberi amanah, saya rasa saya bisa menjadi sutradara sinetron stripping. Tapi saya tak ingin sekadar menjadi sutradara dan menerima honor jutaan rupiah per episode per hari. Saya ingin membuat perubahan sesedikit apa pun.
Salah satu hal yang paling menyebalkan bagi penonton sinetron stripping adalah ketika jumlah episode sinetron tersebut semakin banyak, maka alur ceritanya pun menjadi tak keruan. Sebanyak 10 episode pertama bisa jadi alur cerita enak diikuti, dengan karakter-karakter yang bisa diidentifikasi perkembangan dan motivasinya dengan baik.
Tapi biasanya setelah melewati 30 episode pertama, kita merasa tim penulis mulai terengah-engah mempertahankan keutuhan cerita. Semakin bertambah banyak judul episode, cerita jadinya semakin mengada-ada. Kebetulan-kebetulan diada-adakan yang membuat cerita tak masuk akal, juga karakter-karakter melakukan lompatan mencengangkan.
Karena itulah cara untuk menyiasatinya adalah mempersiapkan gambaran cerita (scene plot) untuk 100 episode awal yang dibuat oleh tim penulis (dibagi menjadi 3 tim dengan 1 tim terdiri atas 4 orang). Ketika produksi dimulai, tim bisa mulai mencicil menyiapkan 30 episode berikutnya sehingga jalinan cerita dan karakter tetap terjaga.
Karena dikerjakan oleh banyak orang, cerita bisa mendapatkan asupan yang cukup untuk tak membuatnya harus kehilangan ide-ide menarik dan tetap logis. Setelah persiapan cerita, yang juga penting dilakukan adalah mempersiapkan pemain.
Sebagai sineas yang besar dalam produksi film, saya tahu betul bahwa persiapan adalah segalanya. Workshop akting dengan pemain-pemain kunci menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan. Hal ini pun sesungguhnya bisa dilakukan dalam produksi sinetron stripping.
![SOROT: Seandainya Saya sebagai Sutradara Sinetron Stripping]()
Foto: RCTI
Saya mendapat respons cepat berupa pertanyaan menggelitik, “Mas Ichwan enggak tertarik dengan sinetron?” Saya pun mengiyakan dan akhirnya bertemu beliau keesokan harinya.

Foto: MNCTV
Setelah mengemukakan segala uneg-uneg saya soal sinetron dan juga mendengarkan banyak insight menarik dari beliau seputar sinetron, saya pikir saya cukup tertarik untuk terlibat dalam produksi sinetron. Jika diberi amanah, saya rasa saya bisa menjadi sutradara sinetron stripping. Tapi saya tak ingin sekadar menjadi sutradara dan menerima honor jutaan rupiah per episode per hari. Saya ingin membuat perubahan sesedikit apa pun.
Salah satu hal yang paling menyebalkan bagi penonton sinetron stripping adalah ketika jumlah episode sinetron tersebut semakin banyak, maka alur ceritanya pun menjadi tak keruan. Sebanyak 10 episode pertama bisa jadi alur cerita enak diikuti, dengan karakter-karakter yang bisa diidentifikasi perkembangan dan motivasinya dengan baik.
Tapi biasanya setelah melewati 30 episode pertama, kita merasa tim penulis mulai terengah-engah mempertahankan keutuhan cerita. Semakin bertambah banyak judul episode, cerita jadinya semakin mengada-ada. Kebetulan-kebetulan diada-adakan yang membuat cerita tak masuk akal, juga karakter-karakter melakukan lompatan mencengangkan.
Karena itulah cara untuk menyiasatinya adalah mempersiapkan gambaran cerita (scene plot) untuk 100 episode awal yang dibuat oleh tim penulis (dibagi menjadi 3 tim dengan 1 tim terdiri atas 4 orang). Ketika produksi dimulai, tim bisa mulai mencicil menyiapkan 30 episode berikutnya sehingga jalinan cerita dan karakter tetap terjaga.
Karena dikerjakan oleh banyak orang, cerita bisa mendapatkan asupan yang cukup untuk tak membuatnya harus kehilangan ide-ide menarik dan tetap logis. Setelah persiapan cerita, yang juga penting dilakukan adalah mempersiapkan pemain.
Sebagai sineas yang besar dalam produksi film, saya tahu betul bahwa persiapan adalah segalanya. Workshop akting dengan pemain-pemain kunci menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan. Hal ini pun sesungguhnya bisa dilakukan dalam produksi sinetron stripping.

Foto: RCTI
Lihat Juga :