Sering Suarakan Isu Politik, Frontman Megadeth Dave Mustaine Ogah Condong ke Parpol Tertentu
Selasa, 27 Juni 2023 - 17:11 WIB
loading...
Leader band thrash metal Megadeth, Dave Mustaine tak jarang memasukkan isu-isu politik di dalam karya musik bandnya. / Foto: Instagram @davemustaine
A
A
A
LOS ANGELES - Leader band thrash metal Megadeth, Dave Mustaine tak jarang memasukkan isu-isu politik di dalam karya musik bandnya. Namun, dia merasa tidak pernah berpihak ke kelompok politik tertentu di negaranya, Amerika Serikat.
Musisi 61 tahun itu menegaskan jika dirinya tidak pernah menaruh keberpihakan pada partai politik tertentu ke dalam lirik-lirik lagunya.
"Saya berbicara tentang isu-isu yang memengaruhi kita semua. Saya tumbuh dalam pandangan yang sangat nyata terhadap kehidupan dan dunia," ujar Dave Mustaine dalam acara Fox News Saturday Night akhir pekan kemarin, yang dikutip SINDOnews dari Blabbermouth pada Selasa (27/6/2023).
Baca juga: Calo Tiket Marak Jadi Alasan Taylor Swift Ogah Konser di Indonesia, Begini Respons Kemenparekraf
Dave pun menyebutkan bahwa dirinya sudah hidup sendiri sejak berusia 15 tahun atau pada 1976, sehingga dia paham betul bagaimana rasanya buat anak-anak yang tumbuh di negaranya.
"Dan saya memiliki keyakinan saya sendiri tentang betapa besarnya masalah tersebut, dan saya mencoba menuangkannya ke dalam lirik dengan cara yang mudah diterima, sehingga orang-orang dapat melihat sesuatu dan mungkin tidak menginginkan apa yang saya miliki," jelas dia.
Melalui karya dan pengalaman kehidupannya, Dave pun ingin memberikan para pendengarnya perspektif yang berbeda dan mungkin kesempatan lain dalam hidup.
Musisi 61 tahun itu menegaskan jika dirinya tidak pernah menaruh keberpihakan pada partai politik tertentu ke dalam lirik-lirik lagunya.
"Saya berbicara tentang isu-isu yang memengaruhi kita semua. Saya tumbuh dalam pandangan yang sangat nyata terhadap kehidupan dan dunia," ujar Dave Mustaine dalam acara Fox News Saturday Night akhir pekan kemarin, yang dikutip SINDOnews dari Blabbermouth pada Selasa (27/6/2023).
Baca juga: Calo Tiket Marak Jadi Alasan Taylor Swift Ogah Konser di Indonesia, Begini Respons Kemenparekraf
Dave pun menyebutkan bahwa dirinya sudah hidup sendiri sejak berusia 15 tahun atau pada 1976, sehingga dia paham betul bagaimana rasanya buat anak-anak yang tumbuh di negaranya.
"Dan saya memiliki keyakinan saya sendiri tentang betapa besarnya masalah tersebut, dan saya mencoba menuangkannya ke dalam lirik dengan cara yang mudah diterima, sehingga orang-orang dapat melihat sesuatu dan mungkin tidak menginginkan apa yang saya miliki," jelas dia.
Melalui karya dan pengalaman kehidupannya, Dave pun ingin memberikan para pendengarnya perspektif yang berbeda dan mungkin kesempatan lain dalam hidup.
Lihat Juga :