SOROT: Ketika Penonton Malas Nonton Film Indonesia di Bioskop, Tunggu Tayang di Layanan Streaming

Sabtu, 01 Juli 2023 - 14:36 WIB
loading...
A A A
Lebih dari 10 tahun lalu, ada masa saat film dan televisi pun menghadapi situasi unik seperti yang dihadapi film dan layanan streaming saat ini. Waktu itu televisi selalu mengincar film-film Indonesia yang dianggapnya cocok dengan target pasar masing-masing untuk diputar di slot “Tayang Perdana”. RCTI dan SCTV hampir selalu bersaing memperebutkan film-film Indonesia yang dianggap potensial dan berani membayar mahal.

Waktu itu pun sempat muncul dilema serupa. Beberapa judul film Indonesia bahkan tayang hanya tiga bulan setelah dirilis di bioskop. Pada akhirnya ada kendala yang bisa jadi tak disukai penonton dari televisi: ada iklan yang bejibun yang mengurangi kenikmatan menonton, dan sering kali pun beberapa adegan di film terkena gunting/sensor yang juga menjadi nilai minus.

Tapi layanan streaming adalah teritori berbeda. Kita bisa menonton film apa pun di sana kapan saja dan tanpa interupsi iklan. Kita bisa menontonnya utuh, bahkan tanpa sensor (regulasi lembaga sensor film sepertinya belum merambah ranah layanan streaming). Satu hal yang juga menjadi catatan penting adalah film yang tayang di layanan streaming begitu mudah dibajak dan dibagikan ulang secara gratis dengan kualitas bening.

SOROT: Ketika Penonton Malas Nonton Film Indonesia di Bioskop, Tunggu Tayang di Layanan Streaming

Foto: Starvision Plus

Sebagaimana yang juga saya bahas di salah satu tulisan di kolom ini beberapa waktu lalu, tahun ini menjadi tahun pembuktian bagi film Indonesia. Tahun lalu industri film Indonesia melakukan rebound yang sangat cemerlang dan menghasilkan rekor jumlah penonton film Indonesia terbanyak sepanjang masa.

Tahun ini film Indonesia mesti membuktikan apakah jumlah penonton akan stabil atau justru menurun tajam dari tahun sebelumnya. Berdasar catatan akun Twitter Bicara Box Office, sejauh ini baru tercatat penjualan tiket untuk film Indonesia sebanyak 17,1 juta lembar. Merosot lebih dari 50% dari tahun sebelumnya.

Pertanyaan paling mendasar yang muncul setelah melihat data ini adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan penurunan drastis ini? Juga apakah mungkin faktor film Indonesia terlalu cepat diputar di layanan streaming cukup berperan penting?

Beberapa hal yang memang perlu dicermati lebih lanjut adalah ketika beberapa judul film Indonesia yang dianggap punya IP (Intellectual Property) yang cukup bagus, juga dipromosikan dengan cukup baik dan terutama punya kualitas yang cukup oke, ternyata disambut begitu-begitu saja oleh penonton?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Berita Terkini
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved