ISP NULIS: Wadah Regenerasi Penulis Skenario, Karya Siap Tayang di Vision+
Selasa, 04 Juli 2023 - 21:07 WIB
loading...
ISP NULIS adalah wadah bagi para penulis muda berbakat di seluruh Indonesia, dan karyanya akan segera tayang di Vision+. Foto/Dok. ISP NULIS
A
A
A
JAKARTA - ISP NULIS adalah wadah bagi para penulis skenario baru berbakat dari seluruh Indonesia, yang diinisiasi oleh sutradara dan produser film Ichwan Persada.
Ichwan yang juga merupakan pendiri rumah kreatif Indonesia Sinema Persada (ISP) merasa prihatin dengan banyaknya film serta serial/miniseri yang diproduksi di Indonesia dengan kualitas skenario yang buruk. Lewat ISP NULIS, ia pun berusaha membimbing para penulis muda ini agar mampu menghasilkan skenario yang layak.
Sebelum bergabung ke dalam ISP NULIS, para penulis dilatih terlebih dahulu melalui program Kelas Skenario ISP dan Scripwriting Lab selama kurang lebih setahun. Saat ini sudah ada 15 orang penulis dari Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Cimahi, Bandung, Semarang, Purworejo, Ponorogo, Malang, dan Padang yang bergabung.
Baca Juga: Film This is Not a Love Story tentang Pejuang Urban Ibu Kota, Tiket cuma Rp10 ribu di Bioskop Online
Sejumlah proyek pun sudah dikerjakan oleh tim ini, di antara miniseri Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Elang sebanyak 15 episode untuk jenama Telon Lang. Ada juga empat judul TV Love Movie untuk platform streaming Vision+, serta film layar lebar berjudul SOLATA (Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih).
Menurut Ichwan, berdirinya ISP NULIS adalah bagian dari ikhtiarnya untuk membantu memperbaiki kualitas penulisan skenario di Indonesia. "Kalau sekadar mengkritik, ya, semua orang bisa, dan memang lebih baik untuk terlibat secara langsung membantu industri agar terjadi regenerasi di sektor penulis skenario. Jadi bisa lahir penulis-penulis skenario dengan kualitas tulisan yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Penulis-penulis yang tergabung di ISP NULIS tidak terikat kontrak secara eksklusif sehingga bisa digunakan jasanya oleh siapa pun termasuk rumah produksi besar.
Ichwan yang juga merupakan pendiri rumah kreatif Indonesia Sinema Persada (ISP) merasa prihatin dengan banyaknya film serta serial/miniseri yang diproduksi di Indonesia dengan kualitas skenario yang buruk. Lewat ISP NULIS, ia pun berusaha membimbing para penulis muda ini agar mampu menghasilkan skenario yang layak.
Sebelum bergabung ke dalam ISP NULIS, para penulis dilatih terlebih dahulu melalui program Kelas Skenario ISP dan Scripwriting Lab selama kurang lebih setahun. Saat ini sudah ada 15 orang penulis dari Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Cimahi, Bandung, Semarang, Purworejo, Ponorogo, Malang, dan Padang yang bergabung.
Baca Juga: Film This is Not a Love Story tentang Pejuang Urban Ibu Kota, Tiket cuma Rp10 ribu di Bioskop Online
Sejumlah proyek pun sudah dikerjakan oleh tim ini, di antara miniseri Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Elang sebanyak 15 episode untuk jenama Telon Lang. Ada juga empat judul TV Love Movie untuk platform streaming Vision+, serta film layar lebar berjudul SOLATA (Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih).
Menurut Ichwan, berdirinya ISP NULIS adalah bagian dari ikhtiarnya untuk membantu memperbaiki kualitas penulisan skenario di Indonesia. "Kalau sekadar mengkritik, ya, semua orang bisa, dan memang lebih baik untuk terlibat secara langsung membantu industri agar terjadi regenerasi di sektor penulis skenario. Jadi bisa lahir penulis-penulis skenario dengan kualitas tulisan yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Penulis-penulis yang tergabung di ISP NULIS tidak terikat kontrak secara eksklusif sehingga bisa digunakan jasanya oleh siapa pun termasuk rumah produksi besar.
Lihat Juga :