CERMIN: Bisakah Laki-Laki dan Perempuan Bersahabat hingga Puluhan Tahun?
Rabu, 05 Juli 2023 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Well, kami memang tak pernah pacaran. Saya bahkan sudah berteman baik dengannya sejak kami masih sama-sama duduk di bangku SMA.
Tapi ekspektasi mungkin sudah telanjur terbangun bahwa laki-laki dan perempuan sulit betul bersahabat hingga puluhan tahun. Saya pun merasakannya. Setelah lulus kuliah dan punya kehidupan masing-masing, terlebih setelah saya hijrah ke kota lain, persahabatan kami pun perlahan meredup. Pernah sekali waktu kami kembali terkoneksi, tapi tak pernah seperti yang diperlihatkan oleh Sylvia dan Will.
![CERMIN: Bisakah Laki-Laki dan Perempuan Bersahabat hingga Puluhan Tahun?]()
Foto: Apple TV
Jadi sangat asyik melihat bagaimana Platonicmenggambarkan persahabatan dua orang dewasa dengan begitu jujur. Bagaimana ekspektasi orang-orang di sekeliling memandang persahabatan itu, dan terutama bagaimana kedua sahabat menjalaninya tanpa justru pernah memedulikan ekspektasi itu.
Sylvia dan Will hanya peduli satu sama lain sebagai sahabat. Will yang tampak autentik menggambarkan bagaimana kerapuhan seorang laki-laki yang baru saja bercerai dengan segala kejutan dan tingkah kekanakannya. Hal ini selalu bisa ditolerir oleh Sylvia yang lebih dewasa dan jauh lebih pengertian.
Tapi kita juga bisa melihat Will yang begitu menghormati Sylvia sebagai perempuan dan membelanya habis-habisan ketika sahabatnya itu diperlukan tak senonoh oleh seseorang. Keduanya saling mendukung dengan cara yang kadang mungkin sulit dipahami oleh siapa pun, termasuk oleh suami Sylvia sekali pun.
Platonic bisa terasa sangat relevan terutama karena faktor reaksi kimiawi yang pas antara Rose Byrne dan Seth Rogen. Rose bisa menenggelamkan dirinya ke dalam tubuh Sylvia dan melakukan banyak hal-hal bodoh yang justru membuatnya tampak manusiawi. Sementara Seth Rogen seperti ditakdirkan untuk peran Will yang sering kali menyebalkan, sesekali menyenangkan, dan anehnya selalu bisa membuat penonton bisa peduli padanya.
![CERMIN: Bisakah Laki-Laki dan Perempuan Bersahabat hingga Puluhan Tahun?]()
Foto: Apple TV
Tapi ekspektasi mungkin sudah telanjur terbangun bahwa laki-laki dan perempuan sulit betul bersahabat hingga puluhan tahun. Saya pun merasakannya. Setelah lulus kuliah dan punya kehidupan masing-masing, terlebih setelah saya hijrah ke kota lain, persahabatan kami pun perlahan meredup. Pernah sekali waktu kami kembali terkoneksi, tapi tak pernah seperti yang diperlihatkan oleh Sylvia dan Will.

Foto: Apple TV
Jadi sangat asyik melihat bagaimana Platonicmenggambarkan persahabatan dua orang dewasa dengan begitu jujur. Bagaimana ekspektasi orang-orang di sekeliling memandang persahabatan itu, dan terutama bagaimana kedua sahabat menjalaninya tanpa justru pernah memedulikan ekspektasi itu.
Sylvia dan Will hanya peduli satu sama lain sebagai sahabat. Will yang tampak autentik menggambarkan bagaimana kerapuhan seorang laki-laki yang baru saja bercerai dengan segala kejutan dan tingkah kekanakannya. Hal ini selalu bisa ditolerir oleh Sylvia yang lebih dewasa dan jauh lebih pengertian.
Tapi kita juga bisa melihat Will yang begitu menghormati Sylvia sebagai perempuan dan membelanya habis-habisan ketika sahabatnya itu diperlukan tak senonoh oleh seseorang. Keduanya saling mendukung dengan cara yang kadang mungkin sulit dipahami oleh siapa pun, termasuk oleh suami Sylvia sekali pun.
Platonic bisa terasa sangat relevan terutama karena faktor reaksi kimiawi yang pas antara Rose Byrne dan Seth Rogen. Rose bisa menenggelamkan dirinya ke dalam tubuh Sylvia dan melakukan banyak hal-hal bodoh yang justru membuatnya tampak manusiawi. Sementara Seth Rogen seperti ditakdirkan untuk peran Will yang sering kali menyebalkan, sesekali menyenangkan, dan anehnya selalu bisa membuat penonton bisa peduli padanya.

Foto: Apple TV
Lihat Juga :