alexa snippet

90 Industri Jaring Wisatawan Mancanegara di ITB Asia 2016 Singapura

90 Industri Jaring Wisatawan Mancanegara di ITB Asia 2016 Singapura
Sedikitnya 90 industri pariwisata Indonesia mengikuti ITB Asia 2016 yang digelar di Singapura pada 1921 Oktober 2016 untuk menjaring wisatawan mancanegara. (etbtravelnews)
A+ A-
SINGAPURA - ITB Asia 2016 Singapura tidak pernah dilewatkan Menpar Arief Yahya untuk tampil all out. Pertama, selama puluhan tahun, hingga 2015, Singapura adalah pasar utama Indonesia. Originasi yang jumlah wisatawan mancanegaranya paling besar, sebelum akhirnya disalip China di semester II tahun 2016 ini.

Kedua, penyelenggaranya memang di-endorse khusus oleh tim ITB—Internationale Tourismus-Borse—Berlin. Mereka adalah jagoan nomor wahid yang setiap tahun menjadi travelmart terbesar di dunia. Mereka berkolaborasi dengan Singapura untuk membuat pertemuan seller dan buyer industry wisata itu.

Ketiga, kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang cukup berdampak pada jumlah wisatawan mancanegara masuk dari Kepri, yang Batam, Bintang, Tj Balai Karimun, Anambas dan Natuna meningkat. Tidak hanya Warga Singapura, tetapi warga Negara mana saja yang transit dari Singapura.

“Tahun ini, tepatnya 19—21 Oktober 2016, forum Business to Business (B to B) ini akan tetap menjadi prioritas kegiatan selling kami,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Di ITB Asia, Kemenpar akan mengikuti kegiatan travel trade show terbesar di "Kota Singa" itu. Gedung tata arsitekturnya unik dan mirip kapal terdampar di atas tiga pilar di udara itu.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, I Gde Pitana mengatakan, Indonesia secara rutin mengikuti ITB Asia di Singapura. Keikutsertaan kali ini juga untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di dunia khususnya kawasan ASEAN.

"ITB Asia adalah tempat yang potensial untuk mempromosikan pariwisata Indonesia karena merupakan pameran business to business yang memungkinkan para pelaku industri di Indonesia memperluas jejaring pasar mereka," kata Pitana.

Bursa Pariwisata yang diselenggarakan oleh Messe Berlin (Singapura) ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9 kalinya. Pitana mengatakan, pada partisipasi tahun ini Indonesia menampilkan paviliun seluas 405 m2 (45 booth) dengan menonjolkan keindahan dan kemegahan perahu phinisi sebagai salah satu kekayaan khas budaya nusantara.

Peserta yang bergabung dengan booth Indonesia terdiri dari 90 industri pariwisata Indonesia (TA/TO, Hoteliers, DMO), yang berasal dari 14 destinasi dari berbagai provinsi.  Yaitu Jakarta (13), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (3), Bali (53), Yogyakarta (2), Kalimantan Tengah (1), Kepulauan Riau (5), Nusa Tenggara Barat (4), Nusa Tenggara Timur (1), Papua Barat (1), Sulawesi Selatan (2), Sulawesi Tenggara (1), Sumatera Barat (2).

Untuk memperlancar kegiatan ini, Kemenpar telah dua kali melakukan Rapat Koordinasi dan Exhibitor Briefing di Bali. "Kami membawa delegasi yang akan aktif berpartisipasi terdiri dari 90 industri dari destinasi-destinasi unggulan di Indonesia. Mereka akan membawa paket-paket wisata yang tentunya sudah siap untuk ditawarkan kepada para buyers," kata Pitana.

Selain itu, ada dua Dinas Pariwisata Daerah, yakni Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Malang yang membawa serta 7 industri pariwisata dan juga 2 peracik kopi yang akan menawarkan kopi khas Indonesia. Juga  Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat yang membawa serta dua pelaku industri pariwisata unggulanya.

Tampilan Paviliun “Wonderful Indonesia” kali ini tetap menggunakan konsep Phinisi, kapal tradisional Bugis yang sudah melalang buana. Namun, desainnya lebih atraktif dari sebelum-sebelumnya. Di Booth itu juga akan disediakan minuman khas Indonesia, yang disebut sebagai Indonesian Exotic Drinks, Coffee Corner, minuman herbal dan rempah-rempah, Wedang Uwuh, Teh Bunga Telang, Bir Mataram, yang dihasilkan dari pertanian organik.

Ada VIP Corner dengan tempat duduk dari sofa yang nyaman, untuk tamu-tamu VIP yang hadir di Paviliun Wonderful Indonesia. Payung-payung warna-warni, wayang kulit, aneka topeng tradisional penutup wajah, menjadi hiasan khas Indonesia. Desainnya banyak sentuhan tradisional, dengan unsur budaya local sebagai ornament, agar menjadi pembeda dengan yang lain.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top