Belajar dari Filosofi Kintsugi: Tetap Percaya Diri dan Say No To Insecure
Rabu, 29 April 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Di Jepang, ada sebuah seni turun temurun yang berusaha untuk menyatukan kembali barang yang sudah terpecah belah dan mungkin dianggap sudah tidak berguna. Seni ini diberi nama kintsugi (kintsukuroi) atau golden repair.
Dalam tradisi Jepang, karya seni yang luar biasa ini berawal dari kisah seorang militer Jepang bernama Shogun Ahikasa Yoshimasa. Dia memecahkan cangkir teh kesayangan miliknya. Karena benda tersebut adalah benda kesayangannya, maka ia berusaha untuk memperbaikinya dengan pergi ke seorang ahli seni China.
Sayangnya, cangkir itu hanya bisa diperbaiki dengan diberikan staples dan logam. Kemudian Shogun masih berusaha untuk memperbaikinya agar kelihatan lebih indah dan elegan. Akhirnya ia bertemu dengan seorang pengrajin Jepang.
Rupanya, sang pengrajin tersebut mampu menyenangkan hati Shogun karena cangkir teh kesayangannya itu justru tampak lebih indah. Rupanya, sang pengrajin memberikan cairan emas pada bagian tambalan-tambalan cangkir tersebut sehingga membuatnya lebih indah dan memiliki nilai kembali.
![Belajar dari Filosofi Kintsugi: Tetap Percaya Diri dan Say No To Insecure]()
Foto: The Vintage News
Seni Kintsugi akhirnya menjadi populer dan banyak orang yang terinspirasi untuk menerapkan pada barang-barang miliknya yang sudah hancur. Bahkan banyak orang yang dengan sengaja menghancurkan barang miliknya untuk diberi sentuhan kintsugi supaya punya nilai keindahan yang lebih baik.
Ketidaksempurnaan Punya Kehebatannya Sendiri
Dalam tradisi Jepang, karya seni yang luar biasa ini berawal dari kisah seorang militer Jepang bernama Shogun Ahikasa Yoshimasa. Dia memecahkan cangkir teh kesayangan miliknya. Karena benda tersebut adalah benda kesayangannya, maka ia berusaha untuk memperbaikinya dengan pergi ke seorang ahli seni China.
Sayangnya, cangkir itu hanya bisa diperbaiki dengan diberikan staples dan logam. Kemudian Shogun masih berusaha untuk memperbaikinya agar kelihatan lebih indah dan elegan. Akhirnya ia bertemu dengan seorang pengrajin Jepang.
Rupanya, sang pengrajin tersebut mampu menyenangkan hati Shogun karena cangkir teh kesayangannya itu justru tampak lebih indah. Rupanya, sang pengrajin memberikan cairan emas pada bagian tambalan-tambalan cangkir tersebut sehingga membuatnya lebih indah dan memiliki nilai kembali.

Foto: The Vintage News
Seni Kintsugi akhirnya menjadi populer dan banyak orang yang terinspirasi untuk menerapkan pada barang-barang miliknya yang sudah hancur. Bahkan banyak orang yang dengan sengaja menghancurkan barang miliknya untuk diberi sentuhan kintsugi supaya punya nilai keindahan yang lebih baik.
Ketidaksempurnaan Punya Kehebatannya Sendiri
Lihat Juga :