CERMIN: Mengingat Kisah Nabi Ayub, Belajar dari Gunawan di 'Sabtu Bersama Bapak'
Rabu, 19 Juli 2023 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Tapi Sabtu Bersama Bapaktak melulu bercerita soal Gunawan dan ibunya. Sesuai judulnya, miniseri ini memberi porsi yang besar kepada cara Gunawan meninggalkan ajaran-ajaran yang baik kepada kedua anaknya, Satya dan Saka.
Gunawan yang terlalu cepat berpulang ketika anak-anaknya masih kecil tak kehilangan akal agar terus bisa membimbing kedua putranya meski ia tak lagi berada di sisi mereka. Video menjadi medium Satya dan Saka yang tak saja terus berupaya memelihara kenangan dari ayahnya, tapi juga bisa terus menunggunya dengan tak sabar pada setiap Sabtu.
![CERMIN: Mengingat Kisah Nabi Ayub, Belajar dari Gunawan di 'Sabtu Bersama Bapak']()
Foto: Prime Video
Gunawan yang menjadi imam keluarganya juga mewariskan banyak ajaran baik pada istrinya, Itje. Dalam sebuah adegan, Itje yang melihat seorang pegawainya dirundung kesusahan, serta merta ke rumah sakit untuk melunasi tagihan dari ayah si pegawai dan tak ingin diketahui siapa pun. Itje yang kini berhijab memperlihatkan kesalehan sosial yang justru tak ingin diperlihatkannya kepada siapa pun, apalagi mengumbarnya di media sosial.
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS.Al-Baqarah : 271).
Miniseri Sabtu Bersama Bapakmemang dijejali banyak sekali nilai-nilai Islami yang dipraktikkan oleh tokoh-tokohnya, tak sekadar diucapkan oleh mereka dan justru membuat nilai-nilai tersebut terasa jauh lebih bermakna. Kita tak sekadar melihat Gunawan yang mengerjakan salat tapi kita juga melihat Gunawan mempraktikkan keislamannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adhitya Mulya selaku penulis skenario menjejalkan nilai-nilai itu tanpa berniat menceramahi dan sungguh perlu diapresiasi usahanya memperlihatkan bahwa kesalehan sosial jauh lebih penting daripada kesalehan individual. Lebih jauh lagi kita melihat wajah Islam sesungguh-sungguhnya yang selalu bisa kita teladani, yang damai dan penuh kasih melalui Gunawan dan Itje.
![CERMIN: Mengingat Kisah Nabi Ayub, Belajar dari Gunawan di 'Sabtu Bersama Bapak']()
Foto: Prime Video
Sabtu Bersama Bapakbisa jatuh menjadi ceramah moral yang menyebalkan jika tak berada di tangan sutradara yang tepat. Menarik sekali melihat Rako Prijanto mengarahkan enam episode dengan mulus, mengeksekusi skenario Adhitya yang ditulis dengan baik dan membuat aktor-aktrisnya bermain cemerlang.
Gunawan yang terlalu cepat berpulang ketika anak-anaknya masih kecil tak kehilangan akal agar terus bisa membimbing kedua putranya meski ia tak lagi berada di sisi mereka. Video menjadi medium Satya dan Saka yang tak saja terus berupaya memelihara kenangan dari ayahnya, tapi juga bisa terus menunggunya dengan tak sabar pada setiap Sabtu.

Foto: Prime Video
Gunawan yang menjadi imam keluarganya juga mewariskan banyak ajaran baik pada istrinya, Itje. Dalam sebuah adegan, Itje yang melihat seorang pegawainya dirundung kesusahan, serta merta ke rumah sakit untuk melunasi tagihan dari ayah si pegawai dan tak ingin diketahui siapa pun. Itje yang kini berhijab memperlihatkan kesalehan sosial yang justru tak ingin diperlihatkannya kepada siapa pun, apalagi mengumbarnya di media sosial.
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS.Al-Baqarah : 271).
Miniseri Sabtu Bersama Bapakmemang dijejali banyak sekali nilai-nilai Islami yang dipraktikkan oleh tokoh-tokohnya, tak sekadar diucapkan oleh mereka dan justru membuat nilai-nilai tersebut terasa jauh lebih bermakna. Kita tak sekadar melihat Gunawan yang mengerjakan salat tapi kita juga melihat Gunawan mempraktikkan keislamannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adhitya Mulya selaku penulis skenario menjejalkan nilai-nilai itu tanpa berniat menceramahi dan sungguh perlu diapresiasi usahanya memperlihatkan bahwa kesalehan sosial jauh lebih penting daripada kesalehan individual. Lebih jauh lagi kita melihat wajah Islam sesungguh-sungguhnya yang selalu bisa kita teladani, yang damai dan penuh kasih melalui Gunawan dan Itje.

Foto: Prime Video
Sabtu Bersama Bapakbisa jatuh menjadi ceramah moral yang menyebalkan jika tak berada di tangan sutradara yang tepat. Menarik sekali melihat Rako Prijanto mengarahkan enam episode dengan mulus, mengeksekusi skenario Adhitya yang ditulis dengan baik dan membuat aktor-aktrisnya bermain cemerlang.
Lihat Juga :