10 Film Mainstream Paling Jelek di Sepanjang Awal 2023
Minggu, 30 Juli 2023 - 10:42 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah kritikus menilai, The Pope’s Exorcist tidak memberi nilai tambahan apa pun pada genre horor. Film ini sangat standar. Satu-satunya yang menyelamatkan film ini adalah penampilan kelas bintang wahid Russell Crowe.
![10 Film Mainstream Paling Jelek di Sepanjang Awal 2023]()
Foto: The Hollywood Reporter
Shazam! Fury of the Gods meneruskan kisah Billy Batson dan keluarganya yang mendapatkan kekuatan untuk berubah menjadi superhero. Kali ini, mereka berhadapan dengan tiga anak dewa yang berusaha menguasai dunia. Kekompakan mereka diuji di sini.
Meski tetap kocak, film ini tidak mendapatkan respons yang lebih baik. Film ini dirasa kurang memuaskan dan kurang fokus. Kekocakan dan kekonyolan yang banyak terjadi di film inilah yang masih membuat film ini selamat. Film ini juga menjadi salah satu film paling rugi tahun ini karena gagal meraup keuntungan besar.
![10 Film Mainstream Paling Jelek di Sepanjang Awal 2023]()
Foto: Men’s Health
Ant-Man and the Wasp: Quantumania memperkenalkan Kang the Conqueror sebagai penjahat utama di Multiverse Saga. Ant-Man dan teman-temannya pergi ke Dunia Kuantum dan menghadapi Kang. Masa lalu Janet van Dyne pun mulai terurai di sana.
Digadang-gadang sebagai pembuka Fase 5 sekaligus Multiverse Saga, seri ketiga Ant-Man ini dirasa mengecewakan. Film ini terasa seperti petualangan keluarga dan kacau. Di Rotten Tomatoes, film ini menjadi entri terburuk MCU. Bahkan, hanya selisih 1 poin untuk menjungkalkan Eternals sebagai film paling jelek di franchise itu. Ant-Man 3 ini juga membuat Marvel rugi karena gagal mencapai break-even point.
![10 Film Mainstream Paling Jelek di Sepanjang Awal 2023]()
Foto: Deadline
Kandahar berkisah tentang seorang agen CIA yang ditugaskan untuk menghancurkan reaktor nuklir Iran. Meski berhasil menjalankan tugasnya, keluar dari Timur Tengah bukanlah hal mudah. Dia dan penerjemahnya harus berusaha pergi ke titik penjemputan di tengah buruan para teroris.
Meski menampilkan Gerald Butler, film ini gagal memberikan kesan kuat kepada kritikus. Bagi mereka, film ini bahkan sulit ditonton. Aksinya kurang momentum dan dramanya pun terlihat terlalu dibuat-buat.
![10 Film Mainstream Paling Jelek di Sepanjang Awal 2023]()
Foto: The New York Times
Insidious: Red Door disebut sebagai pamungkas seri horor ini. Film ini meneruskan kisah Josh yang harus melepas anak sulungnya, Dalton, untuk kuliah. Dia mengira kepergian Dalton sekaligus menyelesaikan teror yang selama ini mengejar dirinya dan anaknya itu. Tapi, ternyata tidak.
7. Shazam! Fury of the Gods — 49%

Foto: The Hollywood Reporter
Shazam! Fury of the Gods meneruskan kisah Billy Batson dan keluarganya yang mendapatkan kekuatan untuk berubah menjadi superhero. Kali ini, mereka berhadapan dengan tiga anak dewa yang berusaha menguasai dunia. Kekompakan mereka diuji di sini.
Meski tetap kocak, film ini tidak mendapatkan respons yang lebih baik. Film ini dirasa kurang memuaskan dan kurang fokus. Kekocakan dan kekonyolan yang banyak terjadi di film inilah yang masih membuat film ini selamat. Film ini juga menjadi salah satu film paling rugi tahun ini karena gagal meraup keuntungan besar.
6. Ant-Man and the Wasp: Quantumania — 46%

Foto: Men’s Health
Ant-Man and the Wasp: Quantumania memperkenalkan Kang the Conqueror sebagai penjahat utama di Multiverse Saga. Ant-Man dan teman-temannya pergi ke Dunia Kuantum dan menghadapi Kang. Masa lalu Janet van Dyne pun mulai terurai di sana.
Digadang-gadang sebagai pembuka Fase 5 sekaligus Multiverse Saga, seri ketiga Ant-Man ini dirasa mengecewakan. Film ini terasa seperti petualangan keluarga dan kacau. Di Rotten Tomatoes, film ini menjadi entri terburuk MCU. Bahkan, hanya selisih 1 poin untuk menjungkalkan Eternals sebagai film paling jelek di franchise itu. Ant-Man 3 ini juga membuat Marvel rugi karena gagal mencapai break-even point.
5. Kandahar — 46%

Foto: Deadline
Kandahar berkisah tentang seorang agen CIA yang ditugaskan untuk menghancurkan reaktor nuklir Iran. Meski berhasil menjalankan tugasnya, keluar dari Timur Tengah bukanlah hal mudah. Dia dan penerjemahnya harus berusaha pergi ke titik penjemputan di tengah buruan para teroris.
Meski menampilkan Gerald Butler, film ini gagal memberikan kesan kuat kepada kritikus. Bagi mereka, film ini bahkan sulit ditonton. Aksinya kurang momentum dan dramanya pun terlihat terlalu dibuat-buat.
4. Insidious: Red Door — 38%

Foto: The New York Times
Insidious: Red Door disebut sebagai pamungkas seri horor ini. Film ini meneruskan kisah Josh yang harus melepas anak sulungnya, Dalton, untuk kuliah. Dia mengira kepergian Dalton sekaligus menyelesaikan teror yang selama ini mengejar dirinya dan anaknya itu. Tapi, ternyata tidak.
Lihat Juga :