WHO: Coronavirus 10 Kali Lebih Mematikan dari Flu Babi

Selasa, 14 April 2020 - 15:24 WIB
loading...
WHO: Coronavirus 10...
WHO bekerja sama dengan negara-negara yang terdampak COVID-19 menyusun strategi untuk secara aman mengurangi pembatasan. Foto/Cfr.org
A A A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (13/4) mengatakan bahwa SARS-CoV2 atau coronavirus baru 10 kali lebih mematikan daripada virus flu babi.

Dalam briefing media secara virtual dari Jenewa, Swiss, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan pemerintah negara-negara di dunia untuk tidak kehilangan kendali atas karantina dan mengambil tindakan tegas untuk meratakan kurva COVID-19.

"Kami tahu bahwa COVID-19 menyebar dengan cepat, dan kami tahu itu mematikan. Sepuluh kali lebih mematikan daripada pandemi flu 2009," kata Tedros seperti dilansir laman Times Now News.

Wabah flu babi pada 2009 merupakan pandemi influenza yang berlangsung dari Januari 2009 hingga Agustus 2010. Pandemi kedua dari dua pandemi yang melibatkan virus influenza H1N1, meskipun strain baru tercatat telah menewaskan 18.036 orang dan menginfeksi 604.446 orang secara global.

"Pandemi ini lebih dari sekadar krisis kesehatan," ujarnya.

Ketika beberapa negara Eropa yang paling terdampak oleh pandemi COVID-19 mulai melihat tanda-tanda melambatnya infeksi, WHO memberi peringatan keras terhadap pencabutan pembatasan yang terlalu cepat. Badan dunia itu mengatakan, hal tersebut dapat menyebabkan kebangkitan COVID-19 yang mematikan.

"Dalam sepekan terakhir, kita telah melihat penurunan pembatasan di beberapa negara yang paling terdampak di Eropa seperti Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis. Beberapa negara sudah merencanakan transisi keluar dari pembatasan tinggal di rumah. Mencabut kebijakan pembatasan terlalu cepat dapat menyebabkan kebangkitan virus yang mematikan," ungkapnya.

Saat ini WHO tengah bekerja sama dengan negara-negara yang terkena dampak COVID-19 dalam menyusun strategi untuk secara bertahap dan aman mengurangi pembatasan.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
WHO Bantah Rumor soal...
WHO Bantah Rumor soal Vaksin Akibatkan Autisme
Majukan Produk Herbal...
Majukan Produk Herbal Berkelas Global, Brand Ternama Indonesia Ini Raih Apresiasi WHO
WHO Apresiasi Inovasi...
WHO Apresiasi Inovasi Herbal Indonesia yang Mampu Tembus Pasar Global
WHO Santai Hadapi Wabah...
WHO Santai Hadapi Wabah HMPV, Sarankan Masyarakat Pakai Masker
Delegasi Muda dari Seluruh...
Delegasi Muda dari Seluruh Dunia Sukses Bahas Isu Global di Asia World MUN IX
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Berita Terkini
Bantah Nikmati Uang...
Bantah Nikmati Uang Jemaah Hanania, Keanu AGL Serahkan Rekening Koran ke Polisi
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
Richard Lee Akui Seluruh...
Richard Lee Akui Seluruh Perbuatannya, Kejari Tangerang: Kasus Sudah Terang Benderang
Dipersulit Sarwendah...
Dipersulit Sarwendah Ketemu Anak, Ruben Onsu Banjir Dukungan dari Teman Artis
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 65 : Dipa Kembali Pengaruhi Novan yang Mulai Ragu
Makin Panas, Kuasa Hukum...
Makin Panas, Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tidak Tulus
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved