10 Film yang Kebanyakan Pakai CGI, Juaranya Superhero DC!
Sabtu, 12 Agustus 2023 - 22:06 WIB
loading...
A
A
A
Ada yang aneh. Kepalanya jadi agak terlalu besar untuk ukurannya dan jadi olok-olokan ketika film itu tayang. Yang paling salah adalah penggunaan generasi komputer untuk memalsukan cameo. Sejumlah aktor yang muncul di klimaks film ini bahkan tidak berada di studio untuk syuting. Memang ada yang tidak bisa karena sudah meninggal dunia. Tidak hanya itu terlihat jelek seperti diambil dari video game, tapi juga seleranya mengerikan.
![10 Film yang Kebanyakan Pakai CGI, Juaranya Superhero DC!]()
Foto: Screen Rant
Justice League menyatukan para superhero DC, seperti Batman, Wonder Woman, The Flash, Cyborg, Aquaman, dan Superman untuk melawan Steppenwolf dan Parademon-nya. Meski menampilkan aktor betulan, film itu dikritik karena penggunaan CGI-nya yang berlebihan. Itu membuat filmnya dianggap tidak realistis dan mengganggu atmosfirnya.
Kritikus memuji adegan aksi dan penampilan aktor di film ini. Tapi, mereka juga mengkritik CGI-nya yang jelek, penjahatnya yang tidak berkembang, laju, dan plotnya yang tipis. Film itu mengalami syuting ulang yang banyak setelah Joss Whedon menggantikan posisi Zack Snyder sebagai sutradara sebelum proses produksi usai. Tapi, syuting ulang ini dikritik atas CGI-nya yang jelek, termasuk lomba lari antara Superman dan Flash serta perubahan desain Steppenwolf.
![10 Film yang Kebanyakan Pakai CGI, Juaranya Superhero DC!]()
Foto: ScreenAnarchy
The Mummy Returns berkisah tentang mumi Imhotep yang dikirim ke sebuah museum di London. Di tempat itu, mumi itu dibangkitkan sebuah sekte dan memulai rezim teror dan amarah. Saat dirilis, film itu mendapatkan ulasan bermacam-macam dari kritikus. Sejumlah kritikus berkomentar kalau film itu mengabaikan karakternya dan menggunakan lini ceritanya untuk memamerkan efek khususnya.
Film itu juga menghadapi kritikan akibat penggunaan CGI yang berlebihan, terutama pada karakter Scorpion King, yang diperankan Dwayne Johnson. Desainnya jelek dengan gerakan kaku dan kikuk yang tidak pas dengan sekitarnya. Ini menempatkanya sebagai salah satu kreasi CGI terjelek dalam sejarah film. Pengawas VFX film ini mengakui kualitas CGI yang jelek itu dan menyebut kurangnya materi acuan sebagai penyebabnya.
Baca Juga: 10 Film Thriller Paling Laris Sepanjang Masa, Hunger Games Banyak
![10 Film yang Kebanyakan Pakai CGI, Juaranya Superhero DC!]()
Foto: Den of Geek
Ketika dirilis, Green Lantern mendapatkan ulasan negatif. Ini terutama karena penggunaan GGI yang berlebihan, efek khusus yang tidak mengesankan, serta skrip dan tone yang tidak pas. Film ini berkisah tentang Hal Jordan yang dipilih alien sekarat, Abin Sur, untuk menjadi penjaga baru sistem tata surya dengan memberinya kekuatan supranatural lewat sebuah cincin.
Kritikus mencatat kalau film itu terlalu bergantung pada CGI, termasuk kostum superhero-nya, yang dibuat seluruhnya dengan komputer. Warna hijau dan penampila tidak alamiah kostum itu di kulit Ryan Reynolds gagal membuat penonton terpesona. Hal yang sama juga terjadi pada topeng CGI yang menutupi mata Ryan, yang membuatnya terlihat seperti karakter video game ketimbang film. Sebagian besar adegannya terjadi di planet Lantern, dan banyak karakter sekunder, termasuk penjahatnya, Parallax, diciptakan dengan CGI. Sayangnya, CGI-nya jelek dan tidak membuat penonton terpukau.
3. Justice League — 2017

Foto: Screen Rant
Justice League menyatukan para superhero DC, seperti Batman, Wonder Woman, The Flash, Cyborg, Aquaman, dan Superman untuk melawan Steppenwolf dan Parademon-nya. Meski menampilkan aktor betulan, film itu dikritik karena penggunaan CGI-nya yang berlebihan. Itu membuat filmnya dianggap tidak realistis dan mengganggu atmosfirnya.
Kritikus memuji adegan aksi dan penampilan aktor di film ini. Tapi, mereka juga mengkritik CGI-nya yang jelek, penjahatnya yang tidak berkembang, laju, dan plotnya yang tipis. Film itu mengalami syuting ulang yang banyak setelah Joss Whedon menggantikan posisi Zack Snyder sebagai sutradara sebelum proses produksi usai. Tapi, syuting ulang ini dikritik atas CGI-nya yang jelek, termasuk lomba lari antara Superman dan Flash serta perubahan desain Steppenwolf.
2. The Mummy Returns — 2001

Foto: ScreenAnarchy
The Mummy Returns berkisah tentang mumi Imhotep yang dikirim ke sebuah museum di London. Di tempat itu, mumi itu dibangkitkan sebuah sekte dan memulai rezim teror dan amarah. Saat dirilis, film itu mendapatkan ulasan bermacam-macam dari kritikus. Sejumlah kritikus berkomentar kalau film itu mengabaikan karakternya dan menggunakan lini ceritanya untuk memamerkan efek khususnya.
Film itu juga menghadapi kritikan akibat penggunaan CGI yang berlebihan, terutama pada karakter Scorpion King, yang diperankan Dwayne Johnson. Desainnya jelek dengan gerakan kaku dan kikuk yang tidak pas dengan sekitarnya. Ini menempatkanya sebagai salah satu kreasi CGI terjelek dalam sejarah film. Pengawas VFX film ini mengakui kualitas CGI yang jelek itu dan menyebut kurangnya materi acuan sebagai penyebabnya.
Baca Juga: 10 Film Thriller Paling Laris Sepanjang Masa, Hunger Games Banyak
1. Green Lantern — 2011

Foto: Den of Geek
Ketika dirilis, Green Lantern mendapatkan ulasan negatif. Ini terutama karena penggunaan GGI yang berlebihan, efek khusus yang tidak mengesankan, serta skrip dan tone yang tidak pas. Film ini berkisah tentang Hal Jordan yang dipilih alien sekarat, Abin Sur, untuk menjadi penjaga baru sistem tata surya dengan memberinya kekuatan supranatural lewat sebuah cincin.
Kritikus mencatat kalau film itu terlalu bergantung pada CGI, termasuk kostum superhero-nya, yang dibuat seluruhnya dengan komputer. Warna hijau dan penampila tidak alamiah kostum itu di kulit Ryan Reynolds gagal membuat penonton terpesona. Hal yang sama juga terjadi pada topeng CGI yang menutupi mata Ryan, yang membuatnya terlihat seperti karakter video game ketimbang film. Sebagian besar adegannya terjadi di planet Lantern, dan banyak karakter sekunder, termasuk penjahatnya, Parallax, diciptakan dengan CGI. Sayangnya, CGI-nya jelek dan tidak membuat penonton terpukau.
(alv)
Lihat Juga :