CERMIN: Teror Itu
Rabu, 16 Agustus 2023 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Hijackmenggempur penonton tanpa memberi napas sedikit pun selama kurang lebih tujuh jam. Menariknya adalah skenario dengan cerdik membongkar kisah-kisah di balik para tokoh-tokoh yang ada di pesawat itu. Bagaimana Sam yang sedang mengalami masalah dengan mantan istrinya, bagaimana sang pilot yang berselingkuh dengan pramugari, juga mengulas bagaimana hubungan antara sesama teroris.
Duet Jim Field Smith dan Mo Ali sebagai sutradara juga brilian memperlihatkan interaksi dari begitu banyak karakter yang berada di dalam pesawat yang membuat Hijacktak terasa sekadar drama aksi pembajakan pesawat. Sejatinya Hijackjuga menjelma sebagai a study of character terutama soal bagaimana aksi dan reaksi manusia ketika berhadapan dengan masalah hidup dan mati.
![CERMIN: Teror Itu]()
Foto: Apple TV
Ketika kamu berada di sebuah pesawat dengan para teroris yang siap menembakkan peluru dari pistol di tangannya, apa yang akan kamu lakukan? Reaksi paling normal adalah merasa takut setengah mati dan merasa malaikat maut sudah siap menjemput nyawa.
Namun masih ada golongan manusia yang mencoba mencari peluang untuk berkelit dari masalah tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi. Sam Nelson berada di tengah-tengahnya dan mesti memberitahukan hal yang mungkin terjadi sekiranya tindakan-tindakan nekat dan ceroboh dilakukan.
Dalam penerbangan tujuh jam dari Dubai ke London, dengan 200-an penumpang yang ketakutan dan kelaparan, apa yang kamu harapkan? Hijackmemperlihatkan banyak sisi menarik yang selama ini luput diperlihatkan drama pembajakan sejenis.
Sam Nelson memang menjadi pusat semesta cerita, tapi skenario masih bisa memberi banyak ruang bagi karakter-karakter lainnya untuk masuk dan memperkaya cerita. Kita tahu keterampilan semacam ini perlu diapresiasi.
![CERMIN: Teror Itu]()
Foto: Apple TV
Duet Jim Field Smith dan Mo Ali sebagai sutradara juga brilian memperlihatkan interaksi dari begitu banyak karakter yang berada di dalam pesawat yang membuat Hijacktak terasa sekadar drama aksi pembajakan pesawat. Sejatinya Hijackjuga menjelma sebagai a study of character terutama soal bagaimana aksi dan reaksi manusia ketika berhadapan dengan masalah hidup dan mati.

Foto: Apple TV
Ketika kamu berada di sebuah pesawat dengan para teroris yang siap menembakkan peluru dari pistol di tangannya, apa yang akan kamu lakukan? Reaksi paling normal adalah merasa takut setengah mati dan merasa malaikat maut sudah siap menjemput nyawa.
Namun masih ada golongan manusia yang mencoba mencari peluang untuk berkelit dari masalah tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi. Sam Nelson berada di tengah-tengahnya dan mesti memberitahukan hal yang mungkin terjadi sekiranya tindakan-tindakan nekat dan ceroboh dilakukan.
Dalam penerbangan tujuh jam dari Dubai ke London, dengan 200-an penumpang yang ketakutan dan kelaparan, apa yang kamu harapkan? Hijackmemperlihatkan banyak sisi menarik yang selama ini luput diperlihatkan drama pembajakan sejenis.
Sam Nelson memang menjadi pusat semesta cerita, tapi skenario masih bisa memberi banyak ruang bagi karakter-karakter lainnya untuk masuk dan memperkaya cerita. Kita tahu keterampilan semacam ini perlu diapresiasi.

Foto: Apple TV
Lihat Juga :