CERMIN: Bagaimana Menyimpan Misteri untuk Kisah yang Sudah Dikenal Publik?
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Namun lantas terungkap bahwa teman sekamar itu hanyalah imajinasi John semata. Pendekatan ini pula yang lantas dilakukan kembali oleh Akiva pada 21 tahun setelah A Beautiful Mindlewat The Crowded Room. Pertanyaan terbesarnya adalah apakah pendekatan ini masih cukup pas untuk diadopsi dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini?
Pertanyaan ini sekaligus menjadi kegagalan terbesar dari The Crowded Room. Sebelum menyaksikan film/serial/miniseri, hampir pasti kita akan dipapar oleh sekelumit informasi tentang karya tersebut.
Tentu saja kita tahu bahwa The Crowded Room akan mendasarkan kisahnya pada tokoh utama dengan kepribadian ganda. Namun mengapa Akiva mencoba menyimpan misteri untuk sebuah kisah yang sudah diketahui publik ketimbang mencoba melakukan pendekatan baru yang segar dan menarik?
![CERMIN: Bagaimana Menyimpan Misteri untuk Kisah yang Sudah Dikenal Publik?]()
Foto: Apple TV
Sejak awal The Crowded Room dibuka, kita langsung berhadapan dengan sebuah peristiwa menegangkan yang menjadi pusat dari semesta cerita. Kita melihat Daniel (diperankan dengan gugup oleh Tom Holland) yang berlari kencang bersama teman perempuannya, Ariana, di sekitar Rockefeller Center, New York. Kita lantas tahu bahwa Daniel hendak mengejar seseorang yang ditunjuk oleh Ariana.
Namun ketika Daniel begitu dekat dengan orang tersebut, tangannya mendadak kelu. Pistolnya pun direbut oleh Ariana yang geram dan lantas kita tahu pistol itu telah menyalak beberapa kali dan menelan korbannya.
Akiva selaku kreator masih mencoba berputar-putar selama beberapa episode dengan memperkenalkan kita pada orang-orang di sekeliling Danny: ibunya, Candy; ayah tiri yang tak disukainya, Marlin; dua orang sahabatnya, Jonny dan Mike; cewek yang ditaksirnya, Annabelle; dan bapak kosnya, Yitzhak.
Akiva bertindak lebih jauh dengan membawa Danny melintasi benua menuju London mencari ayahnya dan kelak bertemu dengan rekan bisnis ayahnya bernama Jack. Semuanya dipaparkan lewat tuturan Danny kepada psikiater, Rya Goodwin (dimainkan dengan cemerlang oleh Amanda Seyfried). Hingga beberapa episode kita masih belum tahu cerita akan bermuara ke mana.
Pertanyaan ini sekaligus menjadi kegagalan terbesar dari The Crowded Room. Sebelum menyaksikan film/serial/miniseri, hampir pasti kita akan dipapar oleh sekelumit informasi tentang karya tersebut.
Tentu saja kita tahu bahwa The Crowded Room akan mendasarkan kisahnya pada tokoh utama dengan kepribadian ganda. Namun mengapa Akiva mencoba menyimpan misteri untuk sebuah kisah yang sudah diketahui publik ketimbang mencoba melakukan pendekatan baru yang segar dan menarik?

Foto: Apple TV
Sejak awal The Crowded Room dibuka, kita langsung berhadapan dengan sebuah peristiwa menegangkan yang menjadi pusat dari semesta cerita. Kita melihat Daniel (diperankan dengan gugup oleh Tom Holland) yang berlari kencang bersama teman perempuannya, Ariana, di sekitar Rockefeller Center, New York. Kita lantas tahu bahwa Daniel hendak mengejar seseorang yang ditunjuk oleh Ariana.
Namun ketika Daniel begitu dekat dengan orang tersebut, tangannya mendadak kelu. Pistolnya pun direbut oleh Ariana yang geram dan lantas kita tahu pistol itu telah menyalak beberapa kali dan menelan korbannya.
Akiva selaku kreator masih mencoba berputar-putar selama beberapa episode dengan memperkenalkan kita pada orang-orang di sekeliling Danny: ibunya, Candy; ayah tiri yang tak disukainya, Marlin; dua orang sahabatnya, Jonny dan Mike; cewek yang ditaksirnya, Annabelle; dan bapak kosnya, Yitzhak.
Akiva bertindak lebih jauh dengan membawa Danny melintasi benua menuju London mencari ayahnya dan kelak bertemu dengan rekan bisnis ayahnya bernama Jack. Semuanya dipaparkan lewat tuturan Danny kepada psikiater, Rya Goodwin (dimainkan dengan cemerlang oleh Amanda Seyfried). Hingga beberapa episode kita masih belum tahu cerita akan bermuara ke mana.
Lihat Juga :