Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget
Rabu, 23 Agustus 2023 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
Balapan yang dihadirkan lumayan bikin tegang dari awal sampai akhir. Karena pembalapnya adalah underdog dan tidak berpengalaman, adrenaline-nya jadi lebih tinggi dari biasa. Orang akan terus berharap kalau Jann memenangkan setiap pertandingan yang dia ikuti.
![Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget]()
Foto: YouTube
Sepanjang film, Jann tidak terlalu memperlihatkan perkembangan karakter. Sejak awal, dia sudah diperkenalkan sebagai anak keras kepala yang tidak mudah menyerah. Ini membuat hubungannya dengan keluarganya, terutama ayahnya, memburuk. Ayahnya ingin agar Jann mengikuti jejaknya sebagai pemain sepak bola.
Sayangnya, konflik antara Jann dan ayahnya ini tidak dieksplorasi dengan lebih dalam. Alih-alih, film ini malah memasukkan karakter Audrey, cewek yang ditaksir Jann. Padahal, kehadiran Audrey sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi Jann. Tidak ada drama dan hambar saja hubungannya.
Di film itu, Jann sempat mengalami krisis kepercayaan diri dan ogah membalap lagi. Tapi, hal yang memotivasinya bukan keraguan orang tuanya, melainkan kecelakaan yang dia alami dan menewaskan satu orang penonton. Bagi sejumlah orang, ini terasa mengganggu dan kurang dramatis. Akan lebih dramatis kalau ayahnya adalah alasannya untuk tetap unjuk gigi.
![Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget]()
Foto: The Independent
Sementara Archie Madekwe berusaha keras untuk memerankan karakter Jann dengan sebaik mungkin, Orlando Bloom yang berperan sebagai Danny Moore, sales Nissan, malah muncul seperti orang kikuk yang terlihat tidak pernah yakin dengan apa yang dia lakukan. Tentu, dia adalah karakter pendamping di sini, tapi, dia adalah pencetus ide Akademi GT dan seharusnya karakternya bisa jauh lebih baik.
Di sisi lain, David Harbour dengan baik memerankan Jack Salter. Dia mampu menampilkan sosok Jack yang sarkastis, angkuh, dan suka meremehkan orang lain. Tapi, dia juga sebenarnya seorang yang rapuh karena trauma masa lalu. Sebagai orang di usianya, dia juga pas karena tidak terlalu mengikuti teknologi. Jack suka mendengarkan musik dari Walkman tua dengan kaset sebagai sumber musiknya.
Djimon Hounsou yang berperan sebagai Steve Mardenborough, ayah Jann, juga tampil memukau. Sayangnya, porsi tampilnya yang tidak banyak di film ini, membuat karakternya seolah terlupakan. Padahal, dia bisa menjadi sumber drama terbaik dalam perjalanan karier Jann.
![Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget]()
Foto: Jalopnik

Foto: YouTube
Sepanjang film, Jann tidak terlalu memperlihatkan perkembangan karakter. Sejak awal, dia sudah diperkenalkan sebagai anak keras kepala yang tidak mudah menyerah. Ini membuat hubungannya dengan keluarganya, terutama ayahnya, memburuk. Ayahnya ingin agar Jann mengikuti jejaknya sebagai pemain sepak bola.
Sayangnya, konflik antara Jann dan ayahnya ini tidak dieksplorasi dengan lebih dalam. Alih-alih, film ini malah memasukkan karakter Audrey, cewek yang ditaksir Jann. Padahal, kehadiran Audrey sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi Jann. Tidak ada drama dan hambar saja hubungannya.
Di film itu, Jann sempat mengalami krisis kepercayaan diri dan ogah membalap lagi. Tapi, hal yang memotivasinya bukan keraguan orang tuanya, melainkan kecelakaan yang dia alami dan menewaskan satu orang penonton. Bagi sejumlah orang, ini terasa mengganggu dan kurang dramatis. Akan lebih dramatis kalau ayahnya adalah alasannya untuk tetap unjuk gigi.

Foto: The Independent
Sementara Archie Madekwe berusaha keras untuk memerankan karakter Jann dengan sebaik mungkin, Orlando Bloom yang berperan sebagai Danny Moore, sales Nissan, malah muncul seperti orang kikuk yang terlihat tidak pernah yakin dengan apa yang dia lakukan. Tentu, dia adalah karakter pendamping di sini, tapi, dia adalah pencetus ide Akademi GT dan seharusnya karakternya bisa jauh lebih baik.
Di sisi lain, David Harbour dengan baik memerankan Jack Salter. Dia mampu menampilkan sosok Jack yang sarkastis, angkuh, dan suka meremehkan orang lain. Tapi, dia juga sebenarnya seorang yang rapuh karena trauma masa lalu. Sebagai orang di usianya, dia juga pas karena tidak terlalu mengikuti teknologi. Jack suka mendengarkan musik dari Walkman tua dengan kaset sebagai sumber musiknya.
Djimon Hounsou yang berperan sebagai Steve Mardenborough, ayah Jann, juga tampil memukau. Sayangnya, porsi tampilnya yang tidak banyak di film ini, membuat karakternya seolah terlupakan. Padahal, dia bisa menjadi sumber drama terbaik dalam perjalanan karier Jann.

Foto: Jalopnik
Lihat Juga :