Ini Bisnis Moncer di Tengah Pandemi COVID-19

Rabu, 29 April 2020 - 21:35 WIB
loading...
Ini Bisnis Moncer di...
Gaya hidup baru Stay at Home memunculkan peluang bisnis baru berupa Stay at Home Business. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menciptakan sebuah gaya hidup baru yang menuntut masyarakat beradaptasi dengan tetap menjalankan kegiatan di rumah, yaitu Stay at Home. Gaya hidup baru ini diprediksi akan menjadi the new normal atau kenormalan baru hingga pandemi berakhir dan bahkan periode setelahnya.

"Yang menarik, dalam kondisi ini, ekonomi yang bisa hidup hanyalah Stay At Home Economy. Yang mau bisnis dan cashflow-nya tetap berjalan hanya bisa dengan Stay At Home Business, ini dengan asumsi dimana kita tidak bisa keluar rumah sama sekali," ungkap Pakar Marketing sekaligus Managing Partner Inventure, Yuswohady dalam Instagram TV Live Sindonews di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Pria yang akrab dipanggil Siwo ini mengatakan bahwa muncul bisnis-bisnis yang booming akibat perubahan pola dan gaya hidup masyarakat dengan adanya Stay At Home ini. "Saya sebut golongan ini sebagai the rising business, seperti contohnya groceries (kebutuhan pokok) dan e-commerce. Survei mengatakan bahwa pembelian tertinggi konsumen adalah groceries dan alat kebutuhan kesehatan. Bahkan pembelian barang elektronik dan handphone pun sekarang lebih diminati lewat e-commerce," ujarnya.

Ia melanjutkan, dengan maraknya e-commerce, tentunya bisnis logistik ikut meningkat drastis. Hal ini dikarenakan sistem pengiriman barang oleh e-commerce semua melalui logistik. Peningkatan serupa juga terjadi di bisnis food delivery, karena makanan merupakan kebutuhan pokok dan jasa pengantaran makanan ini tidak mengharuskan masyarakat untuk makan di restoran atau melakukan kontak langsung.

"Kemudian remote working, termasuk bisnis video conference, karena situasi kerja dirumah yang akan menjadi the new normal. Pekerjaan-pekerjaan yang berbasis data akan sering dilakukan di rumah. Saya ramalkan startup remote working pun akan muncul dalam waktu dekat ini," tambah Siwo. Melengkapi bisnis video conference, bisnis cloud service mengalami peningkatan, karena permintaan data storage turut meningkat.

Bisnis streaming service pun melonjak tajam. Tutupnya bioskop, batalnya konser musik, dan hiburan-hiburan lainnya mendorong penggunaan streaming service seperti Netflix meningkat tajam. Hal ini dapat dilihat dengan melonjaknya saham Netflix.

"Yang menarik juga adalah bisnis telemedicine. Kenapa? Bisnis ini sudah ada lumayan lama, tapi tidak populer di masyarakat. Dengan pandemi Covid-19, menjadi blessing in disguise untuk mereka, karena sebelumnya mereka sudah beredar tetapi adopsi oleh konsumen kurang. Saya juga prediksi unicorn berikutnya akan datang dari bisnis telemedicine," ungkap Siwo
(zai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Kisah Mitra Jakmall...
Kisah Mitra Jakmall Bangkit, Dari Gaji Pas-pasan ke Penghasilan Tambahan
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Berita Terkini
Ruben Onsu Tegur Keras...
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio: Jangan Buat Kesan Seolah Ayahnya Sudah Tidak Ada
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved