Digitarasa Kembali Buka Pelatihan untuk Usaha Kuliner Anak Bangsa
Minggu, 02 Agustus 2020 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
Chef Profesional sekaligus CEO Digitarasa Arnold Poernomo mengungkapkan, sejak awal diluncurkan, Digitarasa menargetkan sebanyak-banyaknya UMKM kuliner untuk mengikuti program mentoring yang meliputi persiapan ekspansi bisnis dan penyempurnaan konsep produk untuk mengembangkan inovasi berdaya saing tinggi.
Arnold menuturkan, sebelumnya Digitarasa Batch 1 sukses melatih 14 startup melalui tahapan seleksi ketat dari total 2.115 startup kuliner di Jabodetabek, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. (Baca Juga: Sate Sapi Suruh, Empuk Dagingnya Lembut di Lidah)
"Terinspirasi dari antusiasme inilah kami menginginkan lebih banyak startup kuliner yang punya kesempatan belajar dan bertumbuh bersama Digitarasa," sebutnya.
Selain kemampuan membaca data perilaku konsumen, Digitarasa juga membekali startup dengan kemampuan manajemen bisnis F&B dari para pakar di industri kuliner seperti Chef Arnold Poernomo, Edward Tirtanata, dan CEO Mangkok Ku Randy Julius Kartadinata.
Startup kuliner juga berkesempatan mendapatkan insight industri kuliner dari Digitaraya, Google, McKinsey, dan perusahaan global lain, hingga akses ke permodalan untuk mengembangkan usaha kuliner.
Arnold menuturkan, sebelumnya Digitarasa Batch 1 sukses melatih 14 startup melalui tahapan seleksi ketat dari total 2.115 startup kuliner di Jabodetabek, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. (Baca Juga: Sate Sapi Suruh, Empuk Dagingnya Lembut di Lidah)
"Terinspirasi dari antusiasme inilah kami menginginkan lebih banyak startup kuliner yang punya kesempatan belajar dan bertumbuh bersama Digitarasa," sebutnya.
Selain kemampuan membaca data perilaku konsumen, Digitarasa juga membekali startup dengan kemampuan manajemen bisnis F&B dari para pakar di industri kuliner seperti Chef Arnold Poernomo, Edward Tirtanata, dan CEO Mangkok Ku Randy Julius Kartadinata.
Startup kuliner juga berkesempatan mendapatkan insight industri kuliner dari Digitaraya, Google, McKinsey, dan perusahaan global lain, hingga akses ke permodalan untuk mengembangkan usaha kuliner.
(tsa)
Lihat Juga :