CERMIN: Petualangan Sherina dan Sadam Selamatkan Orangutan di Kalimantan
Sabtu, 30 September 2023 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Sudah 23 tahun berlalu dan Sherina kini telah menjadi jurnalis televisi yang cemerlang. Ia bahkan diberi kesempatan untuk melakukan liputan di Davos, Swiss, terkait World Economic Forum. Sudah 23 tahun berlalu dan Sadam kini mengelola sebuah lembaga konservasi orangutan bernama Oukal (kepanjangan dari Orangutan Kalimantan).
Yang belum banyak berubah dari mereka bahwa keduanya masih saling mengingat kesukaan masing-masing, masih terkoneksi oleh persahabatan panjang yang terjalin oleh mereka sejak SD hingga SMA. Tapi yang bisa jadi kini berubah di antara mereka adalah perasaan yang dipendam selama bertahun-tahun. Perasaan yang butuh untuk dicurahkan, perasaan yang butuh untuk dikobarkan kembali.
Tapi ada yang lebih penting dari sekadar perasaan. Namanya Sayu. Ia bukan saingan Sherina dalam merebut hati Sadam. Ia seekor orangutan Kalimantan yang diculik oleh sekelompok pedagang hewan eksotis atas pesanan seorang pengusaha ternama dari Jakarta.
![CERMIN: Petualangan Sherina dan Sadam Selamatkan Orangutan di Kalimantan]()
Foto: Miles Films
Cerita ini mungkin familier bagi sebagian di antara kita yang akhirnya “dipinjam” trio penulis Jujur Prananto, Mira dan Riri. Tapi itulah faktanya. Soal supply and demand. Ada permintaan yang harus dipenuhi dan bernilai ekonomi besar. Sekali lagi orangutan hanya akan menjadi barang pajangan bagi ibu-ibu sosialita yang tak ingin tersaingi oleh sesama sosialita lainnya.
Maka selama 126 menit kita diajak untuk melihat Sherina dan Sadam bertualang ke hutan Kalimantan. Kita melihat Sherina yang geram dan bertindak gegabah demi menyelamatkan Sayu. Kita juga kasihan melihat Sadam yang geram pada Sherina yang menurutnya bertindak tanpa perhitungan matang. Dan rencana mereka tentu saja gagal total.
Tapi dalam situasi pelik bisa jadi kita memang memperlihatkan karakter asli kita. Apa yang selama ini dipendam Sadam akhirnya diledakkannya. Ini membuat Sherina tak tahu harus bersikap apa. Selama ini Sherina merasa Sadam tiba-tiba menjauh darinya tanpa sebab. Padahal tentu saja pasti ada penyebabnya.
Yang belum banyak berubah dari mereka bahwa keduanya masih saling mengingat kesukaan masing-masing, masih terkoneksi oleh persahabatan panjang yang terjalin oleh mereka sejak SD hingga SMA. Tapi yang bisa jadi kini berubah di antara mereka adalah perasaan yang dipendam selama bertahun-tahun. Perasaan yang butuh untuk dicurahkan, perasaan yang butuh untuk dikobarkan kembali.
Tapi ada yang lebih penting dari sekadar perasaan. Namanya Sayu. Ia bukan saingan Sherina dalam merebut hati Sadam. Ia seekor orangutan Kalimantan yang diculik oleh sekelompok pedagang hewan eksotis atas pesanan seorang pengusaha ternama dari Jakarta.

Foto: Miles Films
Cerita ini mungkin familier bagi sebagian di antara kita yang akhirnya “dipinjam” trio penulis Jujur Prananto, Mira dan Riri. Tapi itulah faktanya. Soal supply and demand. Ada permintaan yang harus dipenuhi dan bernilai ekonomi besar. Sekali lagi orangutan hanya akan menjadi barang pajangan bagi ibu-ibu sosialita yang tak ingin tersaingi oleh sesama sosialita lainnya.
Maka selama 126 menit kita diajak untuk melihat Sherina dan Sadam bertualang ke hutan Kalimantan. Kita melihat Sherina yang geram dan bertindak gegabah demi menyelamatkan Sayu. Kita juga kasihan melihat Sadam yang geram pada Sherina yang menurutnya bertindak tanpa perhitungan matang. Dan rencana mereka tentu saja gagal total.
Tapi dalam situasi pelik bisa jadi kita memang memperlihatkan karakter asli kita. Apa yang selama ini dipendam Sadam akhirnya diledakkannya. Ini membuat Sherina tak tahu harus bersikap apa. Selama ini Sherina merasa Sadam tiba-tiba menjauh darinya tanpa sebab. Padahal tentu saja pasti ada penyebabnya.
Lihat Juga :