Film-film untuk Belajar Memperjuangkan Hubungan yang Penuh Perbedaan
Senin, 03 Agustus 2020 - 19:58 WIB
loading...
The Sun is Also a Star menceritakan kisah cinta antardua manusia yang berbeda budaya, latar belakang, dan status sosial. Foto/Warner Bros Pictures
A
A
A
JAKARTA - Cinta bukan satu-satunya hal yang jadi penentu lancar-tidaknya hubungan. Respons orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman, bisa secara langsung mempengaruhi hubungan kita.
Terlebih lagi buat pasangan-pasangan yang punya latar belakang berbeda, entah suku, agama, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Memang, sih, semua bergantung pada gimana pasangan itu menanggapi omongan orang-orang di sekitarnya. Tapi gak semua orang bisa memaknai perbedaan dengan pikiran yang terbuka.
Nah, enam film ini bisa mengajarkan kita tentang bermacam-macam perbedaan yang memengaruhi sebuah hubungan asmara. Setiap pasangan pasti punya perjuangannya sendiri. Tapi perjuangan pasangan-pasangan dalam film ini terasa menegangkan. (Baca Juga: The Baby-Sitters Club, Kisah Seru Para Cewek Atasi Kegalauan Hidup )
Kenapa? Karena mereka mempertaruhkan nilai, norma, dan kebudayaan yang hidupnya udah beratus hingga beribu tahun lamanya. Satu hal yang pasti, kita bisa mengambil pelajaran penting tentang toleransi di tengah masyarakat multikultural.
1. THE BIG SICK
Kumail dan Emily adalah jackpot pasangan yang punya banyak perbedaan. Beda agama, beda budaya, beda latar belakang karier dan pendidikan, sampai beda latar belakang keluarga. Keluarga Kumail menjunjung tinggi tradisi Pakistan, melarang keras Kumail pacaran dengan perempuan lain selain pilihan keluarganya. Apalagi perempuan berkulit putih yang gak seagama.
Meski akhir film ini terlampau menyederhanakan permasalahan, "The Big Sick" berhasil menyuguhkan gambaran realistis seseorang yang gak bisa sekonyong-konyong mengorbankan hubungan baik dengan keluarga dan ajaran leluhurnya buat bersama dengan orang yang ia cintai.
2. WHERE HANDS TOUCH
Film ini mengisahkan tentang cinta dua sejoli dengan latar peristiwa yang sangat kompleks. Di tengah Perang Dunia II, seorang perempuan kulit hitam jatuh cinta dengan seorang laki-laki kulit putih yang juga merupakan simpatisan Nazi. Mereka pun mulai menjalani hubungan dan harus berjuang buat tetap bersama di tengah represi pemerintahan otoriter, white supremacy, perang, dan konflik-konflik politik lainnya.
Terlebih lagi buat pasangan-pasangan yang punya latar belakang berbeda, entah suku, agama, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Memang, sih, semua bergantung pada gimana pasangan itu menanggapi omongan orang-orang di sekitarnya. Tapi gak semua orang bisa memaknai perbedaan dengan pikiran yang terbuka.
Nah, enam film ini bisa mengajarkan kita tentang bermacam-macam perbedaan yang memengaruhi sebuah hubungan asmara. Setiap pasangan pasti punya perjuangannya sendiri. Tapi perjuangan pasangan-pasangan dalam film ini terasa menegangkan. (Baca Juga: The Baby-Sitters Club, Kisah Seru Para Cewek Atasi Kegalauan Hidup )
Kenapa? Karena mereka mempertaruhkan nilai, norma, dan kebudayaan yang hidupnya udah beratus hingga beribu tahun lamanya. Satu hal yang pasti, kita bisa mengambil pelajaran penting tentang toleransi di tengah masyarakat multikultural.
1. THE BIG SICK
Kumail dan Emily adalah jackpot pasangan yang punya banyak perbedaan. Beda agama, beda budaya, beda latar belakang karier dan pendidikan, sampai beda latar belakang keluarga. Keluarga Kumail menjunjung tinggi tradisi Pakistan, melarang keras Kumail pacaran dengan perempuan lain selain pilihan keluarganya. Apalagi perempuan berkulit putih yang gak seagama.
Meski akhir film ini terlampau menyederhanakan permasalahan, "The Big Sick" berhasil menyuguhkan gambaran realistis seseorang yang gak bisa sekonyong-konyong mengorbankan hubungan baik dengan keluarga dan ajaran leluhurnya buat bersama dengan orang yang ia cintai.
2. WHERE HANDS TOUCH
Film ini mengisahkan tentang cinta dua sejoli dengan latar peristiwa yang sangat kompleks. Di tengah Perang Dunia II, seorang perempuan kulit hitam jatuh cinta dengan seorang laki-laki kulit putih yang juga merupakan simpatisan Nazi. Mereka pun mulai menjalani hubungan dan harus berjuang buat tetap bersama di tengah represi pemerintahan otoriter, white supremacy, perang, dan konflik-konflik politik lainnya.
Lihat Juga :