alexa snippet

Review Film Spider-Man: Homecoming

Review Film Spider-Man: Homecoming
Spider-Man harus membuktikan dirinya sebagai seorang pahlawan sesungguhnya dan layak masuk Avengers meski tanpa bantuan Tony Stark/Iron Man. (Deen of Geek)
A+ A-
JAKARTA - Spider-Man: Homecoming adalah salah satu film yang paling dinantikan kehadirannya di tahun ini. Film yang sudah mulai tayang pada hari ini  diharapkan mampu memuaskan kerinduan para penggemar serial film ini.

Spider-Man: Homecoming menceritakan kehidupan Peter Parker (Tom Holland) setelah dia digigit laba-laba radiasi dan menjadi Spider-Man. Film ini adalah kelanjutan dari aksi Spidey bersama Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.) dan timnya di perang bandara di film Captain America: Civil War.

Sejak pulang ke New York dari misi tersebut, Peter seolah terobsesi untuk bisa masuk menjadi salah satu anggota Avengers. ABG berusia 14 tahun itu kemudian bertemu lagi dengan Tony dan menantikan misi selanjutnya. Sayang, Tony yang memandang remeh Peter tak kunjung memberikan misi baru.

Tak kunjung dapat misi baru dari sang mentor, Peter pun menjalani hidupnya sebagai pemberantas kejahatan di sekitar wilayah tempat tinggalnya. Dia kemudian bertemu perampok yang membobol ATM. Sayang, Peter tak mampu menghadapi mereka karena senjata yang dipakai para perampok itu sangat asing bagi pahlawan ABG itu.

Mengingat bahaya senjata itu, Peter kemudian menghubungi Tony. Sayang, Tony sedang melakukan perjalanan bisnis dan malah menyuruh Peter untuk melindungi masyarakat kecil serta menjalani kehidupan dengan baik.

Tapi, Peter tak mau. Dia pun bergerak mencari siapa yang menciptakan senjata yang berbahaya itu. Pencariannya itu membawanya bertemu Vulture (Michael Keaton).

Ketika Peter mendalami kasus itu sebagai Spider-Man, dia melupakan peringatan Tony. Peter yang baru menjadi Spider-Man itu mencurangi Tony dengan membuka sistem rahasia senjata pamungkas  di kostum barunya.
Tony yang melihat ada yang berbeda dari Peter pun akhirnya mencari tahu sendiri. Dia pun marah dengan apa yang dilakukan Peter dan memintanya mengembalikan kostum Spider-Man buatannya.

Peter pun menyesal dan sedih dengan peristiwa tersebut. Meski begitu, dia tetap berjuang melawan para penjahat dengan kostum alakadarnya. Dia ingin membuktikan bahwa dia pun tetap layak menjadi pahlawan tanpa kostum canggih.

Nah, apakah Peter bisa membuat Tony kembali percaya padanya? Apakah Peter bisa mewujudkan impiannya untuk masuk sebagai anggota Avengers?

Selama 120 menit, Anda akan disuguhi aksi-aksi menantang Spider-Man dalam menghadapi para penjahat. Humor-humor khas anak muda juga menambah seru film ini.

Kisah cinta ala remaja pun muncul antara Peter dan kakak kelasnya, Liz. Tidak ada Mary Jane dalam film ini. Ingin menyaksikan serunya aksi Spidey? Saksikan Spider-Man: Homecoming yang mulai pada Rabu (5/7/2017) di seluruh bioskop di Tanah Air!



(alv)
loading gif
Top