CERMIN: Rencana Besar di Balik Pembobolan Bank
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Rencana Besar merentang panjang kisahnya dari tahun 1998 hingga masa kini. Dibuka dengan adegan yang tentu saja memang dibuat untuk membuat penonton terkaget dan akhirnya mengikuti kisah ini hingga selesai. Adegan itu berupa suasana kacau sebuah demo di depan Universal Bank of Indonesia [UBI], dengan seorang laki-laki berpidato dengan semangat menyala-nyala.
Namun laki-laki itu tak pernah menyadari bahwa bahaya sedang mengintainya. Malaikat maut sedang melihatnya dengan cemas. Sebuah letusan senjata terdengar dan kita melihat selanjutnya si laki-laki terkapar bersimbah darah.
Rencana Besar terus menggedor dengan cerita yang dituturkan dengan editing yang efisien. Kita tahu bahwa ada sebuah aksi lain yang terjadi: pembobolan uang dari rekening UBI sebesar Rp17 miliar. Jumlahnya mungkin tak besar tapi cukup membuat para nasabah menjadi cemas.
![CERMIN: Rencana Besar di Balik Pembobolan Bank]()
Foto: Prime Video
Secara efektif pula, Danial memperkenalkan tokoh-tokohnya: Rifad Akbar, penggerak serikat buruh; Ayumi Pratiwi, auditor internal yang jarang bergaul dengan sesamanya; Amanda Suseno, tenaga pemasaran yang juga lihai menggerakkan massa dari media sosial, serta Reza Ramaditya, tenaga IT yang over-qualified dengan pekerjaan remeh temeh yang mesti dihadapinya setiap hari. Keempatnya bekerja di tempat yang sama: UBI.
Pelan-pelan kita melihat bagaimana mereka saling termotivasi untuk bergerak bersama, saling bergandengan tangan untuk menguatkan niat mereka dan terutama ketika tahu bahwa musuh besar mereka, Surya Nawasena, sedang bersiap-siap untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Surya punya agenda besar yang mahajahat dan potensial meluluhlantakkan negeri yang sudah merdeka selama 78 tahun ini.
Bisa jadi Titien Wattimena yang mengomandoi adaptasi cerita novelnya lebih lihai dari Tsugaeda dalam hal menyusun teka-teki cerita. Ia membuat beberapa kepingan baru dalam cerita yang mengangkatnya dalam semesta yang lebih luas. Ia juga mengaitkannya dengan brilian dengan suasana di Indonesia hari-hari belakangan ini. Rencana Besar akhirnya terasa lebih utuh, lebih mengalir dan lebih relevan dengan situasi saat ini.
![CERMIN: Rencana Besar di Balik Pembobolan Bank]()
Foto: Prime Video
Namun laki-laki itu tak pernah menyadari bahwa bahaya sedang mengintainya. Malaikat maut sedang melihatnya dengan cemas. Sebuah letusan senjata terdengar dan kita melihat selanjutnya si laki-laki terkapar bersimbah darah.
Rencana Besar terus menggedor dengan cerita yang dituturkan dengan editing yang efisien. Kita tahu bahwa ada sebuah aksi lain yang terjadi: pembobolan uang dari rekening UBI sebesar Rp17 miliar. Jumlahnya mungkin tak besar tapi cukup membuat para nasabah menjadi cemas.

Foto: Prime Video
Secara efektif pula, Danial memperkenalkan tokoh-tokohnya: Rifad Akbar, penggerak serikat buruh; Ayumi Pratiwi, auditor internal yang jarang bergaul dengan sesamanya; Amanda Suseno, tenaga pemasaran yang juga lihai menggerakkan massa dari media sosial, serta Reza Ramaditya, tenaga IT yang over-qualified dengan pekerjaan remeh temeh yang mesti dihadapinya setiap hari. Keempatnya bekerja di tempat yang sama: UBI.
Pelan-pelan kita melihat bagaimana mereka saling termotivasi untuk bergerak bersama, saling bergandengan tangan untuk menguatkan niat mereka dan terutama ketika tahu bahwa musuh besar mereka, Surya Nawasena, sedang bersiap-siap untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Surya punya agenda besar yang mahajahat dan potensial meluluhlantakkan negeri yang sudah merdeka selama 78 tahun ini.
Bisa jadi Titien Wattimena yang mengomandoi adaptasi cerita novelnya lebih lihai dari Tsugaeda dalam hal menyusun teka-teki cerita. Ia membuat beberapa kepingan baru dalam cerita yang mengangkatnya dalam semesta yang lebih luas. Ia juga mengaitkannya dengan brilian dengan suasana di Indonesia hari-hari belakangan ini. Rencana Besar akhirnya terasa lebih utuh, lebih mengalir dan lebih relevan dengan situasi saat ini.

Foto: Prime Video
Lihat Juga :