Pentingnya Anak Bahagia Meski Belajar di Rumah
Selasa, 04 Agustus 2020 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Psikolog keluarga Ajeng Raviando yang juga hadir dalam diskusi itu menjelaskan pentingnya kesehatan jiwa, ketenangan pikiran, dan kekuatan mental orang tua dan anak. Ajeng menyatakan, menghadapi besarnya perubahan kehidupan, seperti harus selalu menjaga jarak serta belajar dan bermain dari rumah, memengaruhi psikologis orang tua dan anak. “Untuk menyikapinya, orang tua harus mampu menyesuaikan diri dan menjadikan rumah sebagai lingkungan edukatif yang menyenangkan dan menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak,” paparnya. (Baca juga: Stunting Pada Anak Dipicu Perilaku Salah Masyarakat)
Ajeng menambahkan, orang tua juga harus mengetahui kepribadian anak dan menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan karakteristik anak. Diketahui, manusia mempunyai karakter berbeda-beda dan unik yang bisa dipelajari. Manusia kadang memiliki kesamaan karakter antara satu dan lainnya.
Kepribadian manusia ini telah dikaji dan dirangkum menjadi empat jenis yang masuk dalam teori proto-psikologis. Teori tersebut dibagi lagi menjadi empat tipe kepribadian mendasar, yaitu sanguinis (hidup, optimis, ringan, dan riang), koleris (cerdas, analitis, logis, dan sangat praktis), melankolis (analitis, bijak dan tenang), dan plegmatis (santai dan cinta damai). Diharapkan orang tua dapat mengenali dan menyesuaikan sistem pengajaran sesuai karakteristik anak agar dapat menciptakan sistem pengajaran di rumah yang menyenangkan dan membawa kegembiraan bagi anak-anak.
Ajeng juga memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menciptakan lingkungan rumah yang edukatif dan menggembirakan, di antaranya menciptakan komunikasi yang baik dengan anak-anak, menata ruangan yang nyaman untuk anak belajar, membuat jadwal belajar dan bermain dengan seimbang, dan menyediakan makanan dan minuman bergizi seimbang, seperti makanan pokok; buah dan sayur sebagai sumber vitamin; daging, telur, dan susu sebagai salah satu sumber protein hewani. (Baca juga: Juli Terjadi Deflasi, Biaya Sekolah Tetap Mahal)
Orang tua diharapkan menjadi teman belajar yang menyenangkan. Untuk itu, kesehatan mental orang tua pun merupakan suatu keharusan. Mengelola energi dan emosi untuk mengelola stres dengan baik akan membantu memberikan kenyamanan anak-anak belajar di rumah. Peringatan HAN pada masa pandemi Covid-19 adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, termasuk orang tua yang menjadi mitra penting para guru saat belajar di rumah.
Ajeng menambahkan, orang tua juga harus mengetahui kepribadian anak dan menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan karakteristik anak. Diketahui, manusia mempunyai karakter berbeda-beda dan unik yang bisa dipelajari. Manusia kadang memiliki kesamaan karakter antara satu dan lainnya.
Kepribadian manusia ini telah dikaji dan dirangkum menjadi empat jenis yang masuk dalam teori proto-psikologis. Teori tersebut dibagi lagi menjadi empat tipe kepribadian mendasar, yaitu sanguinis (hidup, optimis, ringan, dan riang), koleris (cerdas, analitis, logis, dan sangat praktis), melankolis (analitis, bijak dan tenang), dan plegmatis (santai dan cinta damai). Diharapkan orang tua dapat mengenali dan menyesuaikan sistem pengajaran sesuai karakteristik anak agar dapat menciptakan sistem pengajaran di rumah yang menyenangkan dan membawa kegembiraan bagi anak-anak.
Ajeng juga memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menciptakan lingkungan rumah yang edukatif dan menggembirakan, di antaranya menciptakan komunikasi yang baik dengan anak-anak, menata ruangan yang nyaman untuk anak belajar, membuat jadwal belajar dan bermain dengan seimbang, dan menyediakan makanan dan minuman bergizi seimbang, seperti makanan pokok; buah dan sayur sebagai sumber vitamin; daging, telur, dan susu sebagai salah satu sumber protein hewani. (Baca juga: Juli Terjadi Deflasi, Biaya Sekolah Tetap Mahal)
Orang tua diharapkan menjadi teman belajar yang menyenangkan. Untuk itu, kesehatan mental orang tua pun merupakan suatu keharusan. Mengelola energi dan emosi untuk mengelola stres dengan baik akan membantu memberikan kenyamanan anak-anak belajar di rumah. Peringatan HAN pada masa pandemi Covid-19 adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, termasuk orang tua yang menjadi mitra penting para guru saat belajar di rumah.
Lihat Juga :