Review Film Before Fireworks: Filosofi Kembang Api dan Bunuh Diri
Rabu, 11 Oktober 2023 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Ade tentunya menjadi masalah bagi sang lelaki. Dia masih di bawah umur, pergi malam hari sendirian dengan taksi daring, kemudian menangis di awal perjalanan. Latar waktu pada malam hari membuat suasana film menjadi lebih menyedihkan.
Secara logis, mungkin tidak ada supir taksi daring yang berkenan memberikan jasa pada seorang anak di bawah umur, terlebih lagi pada malam hari, sendirian. Lewat dialog antarkeduanya di mobil itulah, penulis memaparkan dengan satire apa saja masalah yang bisa menimpa seorang anak. Tak hanya itu, penonton pun akan dikejutkan dengan solusi yang dia tempuh untuk menyelesaikan masalahnya.
Dari masalah orang lain kemudian kita belajar. Jangan-jangan sebenarnya yang orang tersebut alami itulah kita. Penulis skenario membuat si lelaki seperti bercermin dengan Ade. Hanya, Ade lebih jujur dengan perasaannya. Si lelaki tidak.
![Review Film Before Fireworks: Filosofi Kembang Api dan Bunuh Diri]()
Foto: Vidio
Apakah dengan demikian ia lebih baik daripada Ade? Jawaban itulah yang kemudian bisa dipahami berbeda bagi setiap orang yang menonton. Selepas kembang api menyala, penulis cerita membiarkan penontonnya menilai sendiri apa akhirnya yang si lelaki alami.
Sama-sama menggunakan latar tempat yang minimalis, kedua film ini juga menampilkan tokoh anak. Bedanya pada film Before Fireworks, Ade masih berusia anak sekolah dasar, sedangkan Kembang Api menampilkan sosok Anggun yang duduk di bangku SMA, diperankan oleh Hanggini.
Kedua tokoh anak ini sama-sama diceritakan bermasalah dan memilih penyelesaian yang sama, yaitu bunuh diri. Tentunya, tokoh-tokoh dewasa di kedua film ini pun tidak menyetujui niatan mereka. Begitupun niatan keduanya mengakhiri hidup menjadi sesuatu yang menarik dibahas.
Bagaimanakah fenomena anak-anak masa kini dan bunuh diri?
Akhir bulan lalu, tepatnya 29 September 2023, terjadi peristiwa kematian seorang siswi SMA berinisial PN, tepatnya berusia 16 tahun. Dia bertempat tinggal di Desa Haumeni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur.
Dugaan kuat, siswi tersebut nekad mengakhiri hidupnya setelah foto-foto tidak senonohnya tersebar luas. Saat itu, ia usai melakukan panggilan video dengan sang pacar. Siswi yang masih duduk di kelas 1 SMA ini merasa stres hingga merekam aksinya saat gantung diri menggunakan telepon genggam pribadi.
Kejadian yang hampir serupa juga menimpa SR berusia 13 tahun. Ia siswi Sekolah Dasar Negeri 6 Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. SR diduga melompat dari lantai empat sekolahan hingga meninggal dunia dalam perawatan di RSUP Fatmawati pada 26 September 2023. Dugaan polisi, SR mengakhiri hidup secara sadar setelah polisi menemukan kursi yang terguling di lantai lorong dan bukti video dari kamera pemantau (CCTV).
Secara logis, mungkin tidak ada supir taksi daring yang berkenan memberikan jasa pada seorang anak di bawah umur, terlebih lagi pada malam hari, sendirian. Lewat dialog antarkeduanya di mobil itulah, penulis memaparkan dengan satire apa saja masalah yang bisa menimpa seorang anak. Tak hanya itu, penonton pun akan dikejutkan dengan solusi yang dia tempuh untuk menyelesaikan masalahnya.
Dari masalah orang lain kemudian kita belajar. Jangan-jangan sebenarnya yang orang tersebut alami itulah kita. Penulis skenario membuat si lelaki seperti bercermin dengan Ade. Hanya, Ade lebih jujur dengan perasaannya. Si lelaki tidak.

Foto: Vidio
Apakah dengan demikian ia lebih baik daripada Ade? Jawaban itulah yang kemudian bisa dipahami berbeda bagi setiap orang yang menonton. Selepas kembang api menyala, penulis cerita membiarkan penontonnya menilai sendiri apa akhirnya yang si lelaki alami.
Film, Anak, dan Bunuh Diri
Dari melihat judulnya yang memuat kata kembang api dalam bahasa Indonesia, saya langsung teringat dengan film layar lebar Kembang Api yang dirilils di pada Maret 2023 kemarin. Sekelebat rasa penasaran saya terusik. Apakah isu yang diangkat dalam kedua film yang memuat kata firewoks ini akan sama?Sama-sama menggunakan latar tempat yang minimalis, kedua film ini juga menampilkan tokoh anak. Bedanya pada film Before Fireworks, Ade masih berusia anak sekolah dasar, sedangkan Kembang Api menampilkan sosok Anggun yang duduk di bangku SMA, diperankan oleh Hanggini.
Kedua tokoh anak ini sama-sama diceritakan bermasalah dan memilih penyelesaian yang sama, yaitu bunuh diri. Tentunya, tokoh-tokoh dewasa di kedua film ini pun tidak menyetujui niatan mereka. Begitupun niatan keduanya mengakhiri hidup menjadi sesuatu yang menarik dibahas.
Bagaimanakah fenomena anak-anak masa kini dan bunuh diri?
Akhir bulan lalu, tepatnya 29 September 2023, terjadi peristiwa kematian seorang siswi SMA berinisial PN, tepatnya berusia 16 tahun. Dia bertempat tinggal di Desa Haumeni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur.
Dugaan kuat, siswi tersebut nekad mengakhiri hidupnya setelah foto-foto tidak senonohnya tersebar luas. Saat itu, ia usai melakukan panggilan video dengan sang pacar. Siswi yang masih duduk di kelas 1 SMA ini merasa stres hingga merekam aksinya saat gantung diri menggunakan telepon genggam pribadi.
Kejadian yang hampir serupa juga menimpa SR berusia 13 tahun. Ia siswi Sekolah Dasar Negeri 6 Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. SR diduga melompat dari lantai empat sekolahan hingga meninggal dunia dalam perawatan di RSUP Fatmawati pada 26 September 2023. Dugaan polisi, SR mengakhiri hidup secara sadar setelah polisi menemukan kursi yang terguling di lantai lorong dan bukti video dari kamera pemantau (CCTV).
Lihat Juga :