Edukasi Anak untuk Lindungi Diri dari Penyakit lewat Permainan di Momen Hari Cuci Tangan Sedunia
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
"Di tengah fakta ini, menurut teori Swiss Cheese Model for Infectious Disease, CTPS adalah langkah pertama untuk melindungi diri dari ancaman penyakit infeksi, setelah vaksin," tambahnya.
Terkait hal tersebut, Erfan menanggapi, Lifebuoy menyoroti kebiasaan CTPS yang mulai menurun pasca pandemi COVID-19. Kelengahan atau kejenuhan untuk terus melakukan CTPS membuat masyarakat menjadi rentan menderita sakit akibat infeksi atau penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
"Kami percaya bahwa siaga lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu di Hari Cuci Tangan Sedunia 2023, Lifebuoy mendorong urgensi CTPS di 5 momen penting melalui kebiasaan yang dekat dengan keseharian anak, yaitu bermain,” paparnya.
Bermain sendiri diketahui dapat menunjang perkembangan optimal anak, baik secara fisik maupun sosial emosi. Menurut Irma Gustiani Andriani, S.Psi, M.Psi, psikolog anak dan keluarga, dengan bermain, anak akan mendapatkan banyak cara dan kesempatan untuk belajar, serta membantu mengembangkan daya pikir kritis, manajemen waktu, kolaborasi, dan pemahaman akan konsekuensi juga risiko, sehingga sangat tepat dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini.
"Namun perlu diingat, para orang tua harus tetap mengawasi, baik dari segi keamanan maupun keselamatan anak saat melakukan aktivitas permainan, konten permainan jika terkait dengan gadget, maupun waktu yang dihabiskan untuk bermain," bebernya.
Terkait hal tersebut, Erfan menanggapi, Lifebuoy menyoroti kebiasaan CTPS yang mulai menurun pasca pandemi COVID-19. Kelengahan atau kejenuhan untuk terus melakukan CTPS membuat masyarakat menjadi rentan menderita sakit akibat infeksi atau penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
"Kami percaya bahwa siaga lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu di Hari Cuci Tangan Sedunia 2023, Lifebuoy mendorong urgensi CTPS di 5 momen penting melalui kebiasaan yang dekat dengan keseharian anak, yaitu bermain,” paparnya.
Bermain sendiri diketahui dapat menunjang perkembangan optimal anak, baik secara fisik maupun sosial emosi. Menurut Irma Gustiani Andriani, S.Psi, M.Psi, psikolog anak dan keluarga, dengan bermain, anak akan mendapatkan banyak cara dan kesempatan untuk belajar, serta membantu mengembangkan daya pikir kritis, manajemen waktu, kolaborasi, dan pemahaman akan konsekuensi juga risiko, sehingga sangat tepat dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini.
"Namun perlu diingat, para orang tua harus tetap mengawasi, baik dari segi keamanan maupun keselamatan anak saat melakukan aktivitas permainan, konten permainan jika terkait dengan gadget, maupun waktu yang dihabiskan untuk bermain," bebernya.
(tsa)
Lihat Juga :