Rio Dewanto Jadi Pemimpin Teroris di Film 13 Bom di Jakarta: Ini Sangat Kompleks
Kamis, 26 Oktober 2023 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
"Saya semangat banget memerankan karakter ini karena sangat kompleks dan tidak hitam-putih seperti kebanyakan penjahat film action. Meskipun karakter ini terbilang ekstrem, tapi saya percaya bahwa seni peran adalah sarana untuk mengeksplorasi berbagai sisi kepribadian manusia,” sambungnya.
Banyak hal yang dipelajari Rio lewat film ini. Selain dirinya mendapat pengalaman memegang senjata sungguhan, seperti shotgun dan bazooka, dia juga mendapat pelajaran untuk menyampaikan pesan kepada penonton lewat dialog. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk Rio merepresentasikan dialog tersebut agar pesannya dapat dimengerti oleh penonton.
"Karena bukan hanya sekadar senjata dan berantem aja, tapi secara dialog pun juga gak mudah untuk mendelivernya dan memanipulasi penonton ketika menonton," jelasnya.
Berbeda dengan karakter lain yang mendalami peran di sesi workshop serta belajar langsung dengan beberapa ahlinya, Rio Dewanto tentu tak bisa belajar langsung dari teroris.
Sehingga, dia mempelajarinya dari karakter yang menginspirasi sosok Arok sendiri dimana terinspirasi dari sosok subcomandante Marcos, Ketua Zapatista di Meksiko, gerakan kiri yang menentang pemerintahan lantaran . Selain itu, Rio juga membaca informasi lebih mendalam mengenai terorisme melalui artikel.
Film ini berfokus pada Jakarta yang dikenal sebagai kota metropolitan dengan segala hingar bingarnya, seketika menjadi berubah menjadi kota yang penuh kengerian dan suasana yang mencekam.
Banyak hal yang dipelajari Rio lewat film ini. Selain dirinya mendapat pengalaman memegang senjata sungguhan, seperti shotgun dan bazooka, dia juga mendapat pelajaran untuk menyampaikan pesan kepada penonton lewat dialog. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk Rio merepresentasikan dialog tersebut agar pesannya dapat dimengerti oleh penonton.
"Karena bukan hanya sekadar senjata dan berantem aja, tapi secara dialog pun juga gak mudah untuk mendelivernya dan memanipulasi penonton ketika menonton," jelasnya.
Berbeda dengan karakter lain yang mendalami peran di sesi workshop serta belajar langsung dengan beberapa ahlinya, Rio Dewanto tentu tak bisa belajar langsung dari teroris.
Sehingga, dia mempelajarinya dari karakter yang menginspirasi sosok Arok sendiri dimana terinspirasi dari sosok subcomandante Marcos, Ketua Zapatista di Meksiko, gerakan kiri yang menentang pemerintahan lantaran . Selain itu, Rio juga membaca informasi lebih mendalam mengenai terorisme melalui artikel.
Film ini berfokus pada Jakarta yang dikenal sebagai kota metropolitan dengan segala hingar bingarnya, seketika menjadi berubah menjadi kota yang penuh kengerian dan suasana yang mencekam.
Lihat Juga :