Fakta-Fakta di Balik Layar Serial Gadis Kretek, Putar Lagu Tenda Biru
Sabtu, 04 November 2023 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Demi menghidupkan karakter Dasiyah dalam dirinya, Dian melakukan berbagai persiapan sebelum syuting. Ia menghindari bertemu teman-temannya selama setengah tahun, tidak berolahraga, tidak main tenis, dan hanya mendengarkan musik jadul, termasuk suara gamelan.
"Saya jadi lebih banyak di kamar sendiri, nulis tangan, karena Dasiyah juga enggak banyak gerak dan sering menulis. Jadi biar sama gesturenya. Dasiyah enggak banyak kedip, jadi saya juga latihan enggak banyak kedip," kata Dian yang mengatakan bahwa kepribadian Dasiyah sangat berbeda dengannya.
Sementara Ario Bayu yang menjadi rekan mainnya mengatakan bahwa aktris berusia 41 tahun itu sangat serius menjalani peran sebagai Dasiyah. "Dia mencatat semua detail tentang karakternya," ujar Ario.
![Fakta-Fakta di Balik Layar Serial Gadis Kretek, Putar Lagu Tenda Biru]()
Foto: Netflix
Dalam serial ini, karakter Lebas dan Arum yang dimainkan Arya dan Putri diceritakan hidup pada era 2000-an. Untuk mendalami karakter tersebut, mereka hanya mendengarkan lagu-lagu pada tahun itu.
"Dengerin musik tahun 2001 sambil bawa-bawa speaker," ujar Arya yang dipuji Dian berkat kualitas aktingnya. Putri lalu menimpali, "Dengerin Tenda Biru".
Tenda Biru adalah lagu yang dirilis pada 1996 dan dinyanyikan oleh Desi Ratnasari. Lagugalau ini sangat populer pada masa itu, dengan lirik tentang seseorang yang ditinggal menikah oleh kekasihnya.
![Fakta-Fakta di Balik Layar Serial Gadis Kretek, Putar Lagu Tenda Biru]()
Foto: Netflix
Dari tim kreatif serial Gadis Kretek, sutradara Ifa Isfansyah yang pertama kali mengenalkan novel Gadis Kretek kepada produser Shanty Harmayn pada sekitar tahun 2014-2015. Ifa terpikat pada ceritanya karena ada kisah cinta yang epik, drama keluarga, serta kisah ambisi pelaku industri kretek yang luar biasa.
"Saya jadi lebih banyak di kamar sendiri, nulis tangan, karena Dasiyah juga enggak banyak gerak dan sering menulis. Jadi biar sama gesturenya. Dasiyah enggak banyak kedip, jadi saya juga latihan enggak banyak kedip," kata Dian yang mengatakan bahwa kepribadian Dasiyah sangat berbeda dengannya.
Sementara Ario Bayu yang menjadi rekan mainnya mengatakan bahwa aktris berusia 41 tahun itu sangat serius menjalani peran sebagai Dasiyah. "Dia mencatat semua detail tentang karakternya," ujar Ario.
2. Arya Saloka dan Putri Marino Hanya Dengarkan Lagu Tahun 2000-an

Foto: Netflix
Dalam serial ini, karakter Lebas dan Arum yang dimainkan Arya dan Putri diceritakan hidup pada era 2000-an. Untuk mendalami karakter tersebut, mereka hanya mendengarkan lagu-lagu pada tahun itu.
"Dengerin musik tahun 2001 sambil bawa-bawa speaker," ujar Arya yang dipuji Dian berkat kualitas aktingnya. Putri lalu menimpali, "Dengerin Tenda Biru".
Tenda Biru adalah lagu yang dirilis pada 1996 dan dinyanyikan oleh Desi Ratnasari. Lagugalau ini sangat populer pada masa itu, dengan lirik tentang seseorang yang ditinggal menikah oleh kekasihnya.
3. Sudah Diniatkan Dibuat dalam Audio Visual Sejak 2014

Foto: Netflix
Dari tim kreatif serial Gadis Kretek, sutradara Ifa Isfansyah yang pertama kali mengenalkan novel Gadis Kretek kepada produser Shanty Harmayn pada sekitar tahun 2014-2015. Ifa terpikat pada ceritanya karena ada kisah cinta yang epik, drama keluarga, serta kisah ambisi pelaku industri kretek yang luar biasa.
Lihat Juga :