CERMIN: Teriakan Nyaring dari Pulau Rote

Jum'at, 10 November 2023 - 13:10 WIB
loading...
CERMIN: Teriakan Nyaring...
Film Women from Rote Island mengisahkan tentang pemerkosaan dan perdagangan manusia yang terjadi di Pulau Rote, NTT. Foto/Bintang Cahaya Sinema
A A A
JAKARTA - Tahun 2014. Presiden Joko Widodo menyerukan provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah darurat human trafficking(perdagangan manusia). Sayangnya hingga hari ini kegiatan ilegal tersebut terus terjadi dan juga terus menelan korban.

Seruan Presiden Joko Widodo tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan ulang tahun provinsi NTT yang ke-56. Menurut Presiden perlu ada upaya luar biasa untuk mengakhiri kasus tersebut sebagaimana dikutip dari Migrant Care. Presiden juga mengingatkan bahwa praktik pungutan liar, suap, dan korupsi merupakan faktor pendukung NTT menjadi kawasan darurat perdagangan manusia.

Sayangnya memang seruan Presiden tersebut tidak direspons cepat oleh penegak hukum setempat. Dua tahun setelahnya, jumlah jenazah TKI asal NTT yang dipulangkan meningkat tercatat sebanyak 49 orang, dan tahun 2017 tercatat sebanyak 62 orang.

Baca Juga: CERMIN: Budi Pekerti, Luluk Nuril, Prani, dan Cyberbullying

Martha mungkin sedikit beruntung. Ia pulang ke Pulau Rote, kampung halamannya, yang berjarak sekitar 106 kilometer dari Kupang, ibukota provinsi NTT, dalam keadaan bernyawa. Tapi mentalnya tak stabil. Martha harus pulang setelah ayahnya meninggal.

Orpa, ibu Martha, terlalu sibuk mengurus kematian suaminya sehingga ia abai dengan kondisi putri sulungnya itu. Kondisi Martha menjadi isu utama dalam film Women from Rote Island arahan Jeremias Nyangoen. Orpa juga masih harus mengurus putri bungsunya, Bertha, yang masih bersekolah.

CERMIN: Teriakan Nyaring dari Pulau Rote

Foto: Bintang Cahaya Sinema

Orpa baru tersadar betapa abainya ia dengan kondisi Martha ketika tahu putrinya itu diperkosa. Tapi bak jatuh tertimpa tangga, Martha yang membela diri dengan menusuk pemerkosanya malah harus menerima hukuman dirantai. Ia dianggap membahayakan lingkungan sekitarnya.

Martha yang tak stabil tak bisa bersuara. Sesekali ia menggigil ketakutan ketika memori buruk dari masa lalunya semasa menjadi buruh migran ilegal di Malaysia kembali menghampiri. Tapi Orpa, yang hanya perempuan tanpa pendidikan yang cukup, tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia juga tak protes ketika Martha harus dirantai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Berita Terkini
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat dan Rekan Artis
Viral! Lagu MBG Mas...
Viral! Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' Muncul di Film Cek Khodam, Ternyata Ini Ceritanya
Celine Evangelista Akui...
Celine Evangelista Akui Sudah Menikah Lagi, Ini Alasannya Tak Umumkan ke Publik
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Aldi Taher: Saya Bersaksi Abang Orang Baik
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Nikita Mirzani Minta Jaksa yang Tangani Kasusnya Diusut
Kabar Duka, Komedian...
Kabar Duka, Komedian Temon Meninggal Dunia
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved