Hari Kesehatan Nasional, Takeda dan Kemenkes Kolaborasi Cegah DBD
Sabtu, 11 November 2023 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
"Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada Takeda atas dukungan dan kolaborasinya dalam upaya menyuksesan tujuan pemerintah untuk meraih nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Lebih lanjut, kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung gerakan Ayo 3M Plus dan Vaksin DBD," tambahnya.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dr. Ngabila Salama, MKM menjelaskan bahwa tantangan memberantas DBD semakin berat mengingat tingginya pertumbuhan dan mobilitas penduduk, masifnya pembangunan, serta tantangan perubahan iklim.
“Di DKI Jakarta, pemerintah provinsi terus menggalakkan implementasi program Jumantik. Program ini memiliki peran yang signifikan dalam pemberantasan sarang nyamuk penyebab dengue, mengingat masih kurangnya upaya pencegahan penyakit DBD yang dilakukan oleh masyarakat. Para Kader juga kami harapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Serta mensosialisasikan upaya-upaya pencegahan untuk memutus mata rantai hidup jentik nyamuk DBD," jelas dr. Ngabila.
Baca Juga: Atasi DBD, Kemenkes dan Takeda Kolaborasi Beri Vaksinasi
Selain pemberantasan sarang nyamuk, pencegahan juga bisa dilakukan dengan vaksinasi, seperti yang dijelaskan oleh Spesialis Anak IDAI Jakarta Selatan dr. Attila Dewanti, Sp.A (K). Vaksinasi DBD direkomendasikan oleh asosiasi medis dalam mencegah DBD.
“Organisasi medis di Indonesia, seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), merekomendasikan pemberian vaksin dengue untuk masing-masing anak-anak dan orang dewasa. Vaksin secara klinis dapat mencegah keparahan dengue dengan profil keamanan yang baik. Saat ini vaksinasi DBD dapat diberikan pada seluruh anggota keluarga dengan rentang umur 6 sampai 45 tahun dengan anjuran dokter,” ujar dr. Atilla.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dr. Ngabila Salama, MKM menjelaskan bahwa tantangan memberantas DBD semakin berat mengingat tingginya pertumbuhan dan mobilitas penduduk, masifnya pembangunan, serta tantangan perubahan iklim.
“Di DKI Jakarta, pemerintah provinsi terus menggalakkan implementasi program Jumantik. Program ini memiliki peran yang signifikan dalam pemberantasan sarang nyamuk penyebab dengue, mengingat masih kurangnya upaya pencegahan penyakit DBD yang dilakukan oleh masyarakat. Para Kader juga kami harapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Serta mensosialisasikan upaya-upaya pencegahan untuk memutus mata rantai hidup jentik nyamuk DBD," jelas dr. Ngabila.
Baca Juga: Atasi DBD, Kemenkes dan Takeda Kolaborasi Beri Vaksinasi
Selain pemberantasan sarang nyamuk, pencegahan juga bisa dilakukan dengan vaksinasi, seperti yang dijelaskan oleh Spesialis Anak IDAI Jakarta Selatan dr. Attila Dewanti, Sp.A (K). Vaksinasi DBD direkomendasikan oleh asosiasi medis dalam mencegah DBD.
“Organisasi medis di Indonesia, seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), merekomendasikan pemberian vaksin dengue untuk masing-masing anak-anak dan orang dewasa. Vaksin secara klinis dapat mencegah keparahan dengue dengan profil keamanan yang baik. Saat ini vaksinasi DBD dapat diberikan pada seluruh anggota keluarga dengan rentang umur 6 sampai 45 tahun dengan anjuran dokter,” ujar dr. Atilla.
Lihat Juga :