CERMIN: 'Past Lives', Karma, dan Takdir di Antara 8000 Lapisan Inyeon
Jum'at, 17 November 2023 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
Mereka saling bertatapan, sesekali diam-diam, sesekali pula terlihat penuh rasa rindu. Pelan-pelan kita mengetahui siapa mereka bertiga. Si perempuan bernama Nora ditemani suaminya, Arthur, dan kekasih masa kecil Nora, Hae Sung.
Namun sebagaimana sudut pandang dua orang yang membicarakan ketiganya dari kejauhan, kita pun mencoba menebak-nebak apa yang sesungguhnya terjadi di antara ketiganya. Apakah mereka rekan kerja? Wisatawan? Kekasih? Dan dengan pria mana Nora akan melabuhkan hatinya?
Past Lives membentangkan ceritanya dari usia Nora menginjak 12 tahun dan bersahabat dengan Hae Sung. Lebih tepatnya menjadi sahabat yang kompetitif. Terutama Nora yang selalu ingin mendapat peringkat di kelas yang lebih baik dari Hae Sung.
Namun kita tahu bahwa cinta pertama bisa terjadi dengan beragam cara. Bagi Hae Sung, Nora adalah cinta pertamanya. Dan kita tahu cinta pertama susah betul dilupakan.
![CERMIN: 'Past Lives', Karma, dan Takdir di Antara 8000 Lapisan Inyeon]()
Foto: CJ ENM
Bahkan hingga 24 tahun kemudian. Ketika Nora sudah bertahun-tahun bermigrasi ke Kanada dan akhirnya menikah dengan pria berkebangsaan Amerika. Hae Sung tetap setia dengan perasaan yang dipeliharanya bertahun-tahun. Dan perlahan Celine memperkenalkan kita dengan sebuah konsep yang menurutnya dikenal secara universal di Asia, tak hanya di Korea. Sebuah konsep yang dikenal dengan nama Inyeon.
Dalam konsep Budhisme Korea, "in" mengacu pada “penyebab langsung” dan "yeon" berarti “penyebab tidak langsung”, atau kondisi yang memungkinkan suatu hasil. Bersama-sama, in dan yeon memberikan penjelasan mengapa makhluk tertentu bertemu di tempat dan waktu tertentu.
Tidak jauh dari karma, inyeon dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu hubungan terbentuk atau diberikan dari surga. Kata yeon yang sama dari inyeon ditemukan dalam pepatah Korea, cheon-saeng-yeon-bun, atau “pasangan yang dibuat di surga”. Inyeon tidak hanya ada di Korea, sebuah pepatah China menyatakan bahwa jika ditakdirkan, orang akan bertemu meskipun mereka terpisah ribuan mil.
“Ini bukan hanya konsep Korea. Itu adalah konsep filsafat Timur. Itu ada di China, India, Jepang, dan saya rasa ada istilahnya di Thailand juga. Itu adalah sebuah kata yang merupakan bagian dari filosofi Timur saat takdir bukanlah sesuatu yang ingin kamu tuju,tapi takdir adalah sesuatu yang datang kepadamu," ujar Celine dalam sebuah wawancara.
Ia melanjutkan, bahwa inyeon adalah tentang orang-orang yang baru saja masuk ke dalam hidupmu. Artinya, bukanlah suatu kebetulan bahwa kita berakhir di sebuah meja bersama-sama. Ini sebenarnya adalah alam semesta kosmik yang sangat menakjubkansaat kita sering bertemu dan mengenal satu sama lain berkali-kali dan sekarang kita duduk bersama di sebuah tempat.
Namun sebagaimana sudut pandang dua orang yang membicarakan ketiganya dari kejauhan, kita pun mencoba menebak-nebak apa yang sesungguhnya terjadi di antara ketiganya. Apakah mereka rekan kerja? Wisatawan? Kekasih? Dan dengan pria mana Nora akan melabuhkan hatinya?
Past Lives membentangkan ceritanya dari usia Nora menginjak 12 tahun dan bersahabat dengan Hae Sung. Lebih tepatnya menjadi sahabat yang kompetitif. Terutama Nora yang selalu ingin mendapat peringkat di kelas yang lebih baik dari Hae Sung.
Namun kita tahu bahwa cinta pertama bisa terjadi dengan beragam cara. Bagi Hae Sung, Nora adalah cinta pertamanya. Dan kita tahu cinta pertama susah betul dilupakan.

Foto: CJ ENM
Bahkan hingga 24 tahun kemudian. Ketika Nora sudah bertahun-tahun bermigrasi ke Kanada dan akhirnya menikah dengan pria berkebangsaan Amerika. Hae Sung tetap setia dengan perasaan yang dipeliharanya bertahun-tahun. Dan perlahan Celine memperkenalkan kita dengan sebuah konsep yang menurutnya dikenal secara universal di Asia, tak hanya di Korea. Sebuah konsep yang dikenal dengan nama Inyeon.
Dalam konsep Budhisme Korea, "in" mengacu pada “penyebab langsung” dan "yeon" berarti “penyebab tidak langsung”, atau kondisi yang memungkinkan suatu hasil. Bersama-sama, in dan yeon memberikan penjelasan mengapa makhluk tertentu bertemu di tempat dan waktu tertentu.
Tidak jauh dari karma, inyeon dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu hubungan terbentuk atau diberikan dari surga. Kata yeon yang sama dari inyeon ditemukan dalam pepatah Korea, cheon-saeng-yeon-bun, atau “pasangan yang dibuat di surga”. Inyeon tidak hanya ada di Korea, sebuah pepatah China menyatakan bahwa jika ditakdirkan, orang akan bertemu meskipun mereka terpisah ribuan mil.
“Ini bukan hanya konsep Korea. Itu adalah konsep filsafat Timur. Itu ada di China, India, Jepang, dan saya rasa ada istilahnya di Thailand juga. Itu adalah sebuah kata yang merupakan bagian dari filosofi Timur saat takdir bukanlah sesuatu yang ingin kamu tuju,tapi takdir adalah sesuatu yang datang kepadamu," ujar Celine dalam sebuah wawancara.
Ia melanjutkan, bahwa inyeon adalah tentang orang-orang yang baru saja masuk ke dalam hidupmu. Artinya, bukanlah suatu kebetulan bahwa kita berakhir di sebuah meja bersama-sama. Ini sebenarnya adalah alam semesta kosmik yang sangat menakjubkansaat kita sering bertemu dan mengenal satu sama lain berkali-kali dan sekarang kita duduk bersama di sebuah tempat.
Lihat Juga :