alexa snippet

4 Alasan Keluar Bercak Darah, meski Tak Menstruasi

4 Alasan Keluar Bercak Darah, meski Tak Menstruasi
Keluarnya bercak darah atau spotting di luar waktu menstruasi kerap dialami wanita. Namun, jika sudah parah harus diwaspadai. Foto/Ilustrasi/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Spotting atau keluarnya bercak darah atau bercak berwarna kecoklatan di luar waktu menstruasi kerap dialami wanita. Biasanya kondisi ini disebabkan kadar hormon sedang yang berfluktuasi.

Para wanita pun tak perlu khawatir jika spotting ini terjadi sesekali dalam intensitas ringan. Pasalnya hal itu masih dianggap wajar.

"Beberapa wanita memiliki bercak-bercak ringan di antara periode menstruasi mereka dan bukan satu hari penuh mengalami pendarahan," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta penulis She-Ology: The Definitive Guide to Women's Intimate Health, dr Sherry A Ross MD.

Namun, jika bercak terjadi hingga harus mengunakan pembalut dan terjadi secara terus menerus selama berbulan-bulan, hal ini perlu diwaspadai. Hal itu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Berikut ini ulasannya seperti dilansir Health.

1. Infeksi
Spesialis kanker payudara dan ginekologi di Zuker School of Medicine di Hofstra New York, dr Janna Andrews MD mengatakan jamur dapat berada di Miss V karena kondisi yang lembab sehingga memicu terjadinya infeksi.

"Iritasi kronis bisa terjadi dengan gejala buang air kecil yang menyakitkan, muntah, hubungan seks yang menyakitkan, dan pendarahan atau bercak-bercak," kata dr Andrews.

2. Sistem hormonal terganggu
Saat menstruasi, hormon mengalami perubahan dan kondisi ini bisa terjadi saat tidak menstruasi sehingga menyebabkan keluar bercak-bercak darah. Menurut dr Andrews perubahan hormon bisa disebabkan karena kondisi tiroid yang terlalu aktif atau sebaliknya, serta terjadinya sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS) sebuah gangguan keseimbangan kadar hormonal.

3. Ada fibroid
Sebanyak 75-80% wanita berkembang fibroid pada rahimnya. Fibroid merupakan tumor jinak yang sering tumbuh di rahim atau sekitarnya. "Fibroid itu sendiri mungkin berdarah atau menyebabkan pendarahan di dinding endometrium," ujar dr Andrews.

4. Kanker serviks
Beberapa kasus kanker serviks memiliki gejala pendarahan atau bercak-bercak darah. Sayang, gejala ini sering diabaikan oleh para wanita sehingga kanker serviks sulit terdeteksi. "Tapi jika Anda dapat mendeteksi kanker ini lebih awal, ada kemungkinan lebih baik untuk mengobatinya," pungkasnya.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top