alexametrics

Review Film: Murder on the Orient Express

loading...
Review Film: Murder on the Orient Express
Murder on the Orient Express akan membawa Anda mengikuti petualangan Hercule Poirot menyelesaikan kasus pembunuhan di ruang tertutup di sebuah gerbong kereta. (The Lumina)
A+ A-
JAKARTA - Hercule Poirot adalah salah satu tokoh detektif paling kondang sejagat seperti halnya Sherlock Holmes. Poirot yang sering muncul di novel misteri Agatha Christie ini memang cerdik dan pandai dalam menganalisa sebuah kasus pelik.

Kisah petualangan Poirot memang pernah diangkat ke layar kaca maupun lebar. Nah, di era zaman now, Poirot pun mendapatkan perlakuan istimewa yang lebih lebih modern.

Lewat Murder on the Orient Express, Poirot mengajak penikmat film menikmati petualangan misteri yang dia alami saat menumpangi kereta mewah pada era 30an itu. Di gerbong jurusan Istanbul—Calais, Poirot yang ingin bersantai harus berhadapan dengan misteri pembunuhan.

Kisah berawal ketika Poirot (Kenneth Branagh) harus pergi ke London setelah mendapatkan telegram tentang sebuah kasus yang pernah dia tangani di kota itu. Di Istanbul, dia bertemu Buoc (Tom Bateman) yang merupakan direktur perusahaan kereta api Orient. Dia meminta tolong agar bisa mendapatkan kursi untuk pergi ke Inggris. Beruntung, Buoc bisa mendapatkan satu kompartemen untuk Poirot, yaitu kompartemen nomor 3.

Di gerbong itu, Poirot bertemu banyak orang. Mereka adalah SE Ratchett (Johnny Depp) bersama asistennya Edward Henry Masterman (Derek Jacobi) dan Hector Macqueen (Josh Gad), Ny Caroline Hubbard (Michelle Pfeiffer), Pilar Estravados (Penelope Cruz), Mary Debenham (Daisy Ridley), Dokter Arbuthnot (Leslie Odom Jr.), Gerhard Hardman (Willem Dafoe), Putri Dragomiroff (Judi Dench) beserta pembantunya Hildegarde Schmidt (Olivia Colman), Biniamino Marquez (Manuel Garcia-Rulfo) dan Count Rudolph Andrenyi (Sergei Polunin) beserta istrinya Countess Elena Andrenyi (Lucy Boynton). Gerbong itu dikondekturi Pierre Michel (Marwan Kenzari).

Perjalanan kereta dari Istanbul hingga Calais memakan waktu tiga hari perjalanan dan menembus sejumlah kota dan negara. Suatu kali, ketika sedang bersantai di gerbong restorasi, Ratchett mendekati Poirot. Pria berwajah bengis itu hendak meminta untuk menggunakan jasa Poirot. Dia mendapatkan surat ancaman pembunuhan dan ingin Poirot melindunginya. Permintaan itu ditolak Poirot.

Malamnya, di tengah hujan salju, Poirot mendengar suara ribut dari kompartemen sebelahnya, yaitu kompartemen milik Ratchett. Ketika dia memeriksa, ternyata tidak terjadi apa-apa. Selang beberapa saat kemudian, kereta terhenti karena adanya longsoran salju.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top