Mengapa Makin Banyak Drakor tentang Kawin Kontrak? Ini Kata Pengamat
Rabu, 29 November 2023 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Menurut kritikus drama Korea Jo Sung-kyung, banyaknya tema kawin kontrak dalam drama Korea belakangan ini adalah karena adanya perubahan persepsi sosial di tengah masyarakat Korea Selatan. Ini lantas dicerminkan dalam drakor romantis.
"Meski kini banyak yang tidak ingin menikah, tapi masih banyak juga yang percaya bahwa pernikahan adalah hal yang besar dalam kehidupan. Karena itulah konsep kawin kontrak menjadi alat untuk menciptakan sebuah momen dalam drama," ujar Jo Sung-kyung, mengutip dari Xports News.
![Mengapa Makin Banyak Drakor tentang Kawin Kontrak? Ini Kata Pengamat]()
Foto: MBC
Masih menurut Sung-kyung, dalam drama romantis, pernikahan kerap dijadikan tujuan akhir dalam cerita. Pernikahan adalah tanda bahwa kisah cinta yang terjadi di antara dua karakternya berakhir sukses.
"Namun sekarang, pernikahan hanya jadi alat untuk menciptakan sebuah cerita. Dengan konsep kawin kontrak, maka penonton yang tak ingin menikah tetap penasaran dengan cerita dalam drama," kata Sung-kyung.
Mengutip Chosun, anak muda di Korea Selatan yang menunda atau tak ingin menikah dan tak ingin punya anak membuat tingkat kelahiran di negara itu turun menjadi 0,78% pada tahun lalu. Ini menjadi angka tertinggi di seluruh dunia.
"Meski kini banyak yang tidak ingin menikah, tapi masih banyak juga yang percaya bahwa pernikahan adalah hal yang besar dalam kehidupan. Karena itulah konsep kawin kontrak menjadi alat untuk menciptakan sebuah momen dalam drama," ujar Jo Sung-kyung, mengutip dari Xports News.

Foto: MBC
Masih menurut Sung-kyung, dalam drama romantis, pernikahan kerap dijadikan tujuan akhir dalam cerita. Pernikahan adalah tanda bahwa kisah cinta yang terjadi di antara dua karakternya berakhir sukses.
"Namun sekarang, pernikahan hanya jadi alat untuk menciptakan sebuah cerita. Dengan konsep kawin kontrak, maka penonton yang tak ingin menikah tetap penasaran dengan cerita dalam drama," kata Sung-kyung.
Mengutip Chosun, anak muda di Korea Selatan yang menunda atau tak ingin menikah dan tak ingin punya anak membuat tingkat kelahiran di negara itu turun menjadi 0,78% pada tahun lalu. Ini menjadi angka tertinggi di seluruh dunia.
Lihat Juga :