Gigi Hadid Minta Maaf Sebut Israel Satu-satunya Negara yang Jadikan Anak-anak Tawanan Perang
Kamis, 30 November 2023 - 18:00 WIB
loading...
Gigi Hadid minta maaf usai menyebut Israel sebagai satu-satunya negara di dunia yang menahan anak-anak sebagai tawanan perang. Foto/ sixpage.
A
A
A
JAKARTA - Gigi Hadid meminta maaf di media sosial setelah mendapat kecaman karena menyebarkan klaim palsu bahwa Israel adalah "satu-satunya negara di dunia" yang menahan anak-anak sebagai tawanan perang.
Dalam postingan Instagram yang telah dihapus, Gigi Hadid menyoroti Ahmad Manasra dari Palestina sebagai contoh.
Manasra ditangkap oleh polisi Israel pada 2015 pada usia 13 tahun dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena bersama sepupunya yang berusia 15 tahun, menikam seorang anak laki-laki 13 tahun dan seorang petugas keamanan Israel 20 tahun di Yerusalem. Hukumannya kemudian dikurangi menjadi 9,5 tahun. Sepupunya kemudian ditembak mati oleh polisi.
Baca Juga: Gigi Hadid: Israel Satu-satunya Negara yang Jadikan Anak-anak Tawanan Perang
Hadid, yang ayahnya adalah orang Palestina, berbagi pernyataan dengan pengikut Instagram miliknya pada Selasa, di mana dia berusaha mengklarifikasi alasannya membagikan postingan yang telah dihapus tersebut, di mana dia menuduh Israel melakukan “penculikan, pemerkosaan, penghinaan, penyiksaan, pembunuhan terhadap warga Palestina.” Palestina bertahun-tahun sebelum 7 Oktober 2023.”
Dalam postingan Instagram yang telah dihapus, Gigi Hadid menyoroti Ahmad Manasra dari Palestina sebagai contoh.
Manasra ditangkap oleh polisi Israel pada 2015 pada usia 13 tahun dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena bersama sepupunya yang berusia 15 tahun, menikam seorang anak laki-laki 13 tahun dan seorang petugas keamanan Israel 20 tahun di Yerusalem. Hukumannya kemudian dikurangi menjadi 9,5 tahun. Sepupunya kemudian ditembak mati oleh polisi.
Baca Juga: Gigi Hadid: Israel Satu-satunya Negara yang Jadikan Anak-anak Tawanan Perang
Hadid, yang ayahnya adalah orang Palestina, berbagi pernyataan dengan pengikut Instagram miliknya pada Selasa, di mana dia berusaha mengklarifikasi alasannya membagikan postingan yang telah dihapus tersebut, di mana dia menuduh Israel melakukan “penculikan, pemerkosaan, penghinaan, penyiksaan, pembunuhan terhadap warga Palestina.” Palestina bertahun-tahun sebelum 7 Oktober 2023.”
Lihat Juga :