Ini Isi Permintaan Maaf Gigi Hadid soal Israel Negara Satu-satunya yang Jadikan Anak Tawanan Perang
Kamis, 30 November 2023 - 18:31 WIB
loading...
Gigi Hadid minta maaf soal Israel sebagai satu-satunya negara di dunia yang menahan anak-anak sebagai tawanan perang. Foto/ Instagram.
A
A
A
JAKARTA - Gigi Hadid meminta maaf usai menyebut Israel sebagai satu-satunya negara di dunia yang menahan anak-anak sebagai tawanan perang.
Dalam postingan Instagram yang telah dihapus, Hadid menyoroti Ahmad Manasra dari Palestina sebagai contoh, di mana Manasra ditangkap polisi Israel pada 2015 pada usia 13 tahun dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena bersama sepupunya yang berusia 15 tahun, menikam seorang anak laki-laki 13 tahun dan seorang petugas keamanan Israel 20 tahun di Yerusalem. Hukumannya kemudian dikurangi menjadi 9,5 tahun. Sepupunya kemudian ditembak mati oleh polisi.
Baca Juga: Gigi Hadid: Israel Satu-satunya Negara yang Jadikan Anak-anak Tawanan Perang
Berikut isi permintaan maaf Gigi Hadid di media sosial miliknya.
Sebagai seorang keturunan Palestina, berita dan gambaran memilukan yang tak ada habisnya yang keluar dari Gaza sangatlah menyakitkan dan seringkali membuat kewalahan. Penting bagi saya untuk berbagi kisah nyata tentang kesulitan yang telah dan terus dialami oleh orang-orang Palestina, tetapi akhir pekan ini saya membagikan sesuatu yang tidak saya periksa atau pikirkan secara mendalam sebelum memposting ulang.
Dalam postingan Instagram yang telah dihapus, Hadid menyoroti Ahmad Manasra dari Palestina sebagai contoh, di mana Manasra ditangkap polisi Israel pada 2015 pada usia 13 tahun dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena bersama sepupunya yang berusia 15 tahun, menikam seorang anak laki-laki 13 tahun dan seorang petugas keamanan Israel 20 tahun di Yerusalem. Hukumannya kemudian dikurangi menjadi 9,5 tahun. Sepupunya kemudian ditembak mati oleh polisi.
Baca Juga: Gigi Hadid: Israel Satu-satunya Negara yang Jadikan Anak-anak Tawanan Perang
Berikut isi permintaan maaf Gigi Hadid di media sosial miliknya.
Sebagai seorang keturunan Palestina, berita dan gambaran memilukan yang tak ada habisnya yang keluar dari Gaza sangatlah menyakitkan dan seringkali membuat kewalahan. Penting bagi saya untuk berbagi kisah nyata tentang kesulitan yang telah dan terus dialami oleh orang-orang Palestina, tetapi akhir pekan ini saya membagikan sesuatu yang tidak saya periksa atau pikirkan secara mendalam sebelum memposting ulang.
Lihat Juga :