WHO Ungkap Kondisi Rumah Sakit di Gaza, hanya 15 dari 36 RS yang Berfungsi
Jum'at, 01 Desember 2023 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi ini membuat WHO memberikan peringatan mengenai penyebaran penyakit menular di Gaza. Di mana perpindahan penduduk yang terjadi di dalam negeri telah menyebabkan kepadatan yang berlebihan di tempat penampungan dan fasilitas tempat tinggal.
WHO mencatat peningkatan yang keadaan tersebut meningkatkan kasus diare, terutama di kalangan bayi dan anak-anak. Pihaknya mendeteksi tanda-tanda yang sangat serius seputar sindrom penyakit kuning akut di daerah tersebut.
“Dengan kepadatan yang parah, risiko epidemi infeksi saluran pernafasan, diare akut, hepatitis, kudis, kutu dan penyakit lainnya meningkat,” kata Tedros.
Lebih lanjut, Tedros membeberkan, wilayah kantong tersebut telah mencatat 111.000 infeksi saluran pernafasan akut, 24.000 kasus ruam kulit, dan 12.000 kasus kudis sejak konflik dimulai.
Sementara itu, Mike Ryan selaku kepala Program Darurat Kesehatan WHO mengatakan deteksi penyakit menular di Gaza saat ini sangat rumit untuk dideteksi. Mengingat sampel tidak dapat lagi dikirim ke Israel atau Tepi Barat untuk diproses.
“Gaza tidak hanya kehilangan kemampuan rumah sakitnya, tapi juga kehilangan kemampuan untuk mengkonfirmasi penyakit yang paling mendasar sekalipun,” kata Mike.
WHO mencatat peningkatan yang keadaan tersebut meningkatkan kasus diare, terutama di kalangan bayi dan anak-anak. Pihaknya mendeteksi tanda-tanda yang sangat serius seputar sindrom penyakit kuning akut di daerah tersebut.
“Dengan kepadatan yang parah, risiko epidemi infeksi saluran pernafasan, diare akut, hepatitis, kudis, kutu dan penyakit lainnya meningkat,” kata Tedros.
Lebih lanjut, Tedros membeberkan, wilayah kantong tersebut telah mencatat 111.000 infeksi saluran pernafasan akut, 24.000 kasus ruam kulit, dan 12.000 kasus kudis sejak konflik dimulai.
Sementara itu, Mike Ryan selaku kepala Program Darurat Kesehatan WHO mengatakan deteksi penyakit menular di Gaza saat ini sangat rumit untuk dideteksi. Mengingat sampel tidak dapat lagi dikirim ke Israel atau Tepi Barat untuk diproses.
“Gaza tidak hanya kehilangan kemampuan rumah sakitnya, tapi juga kehilangan kemampuan untuk mengkonfirmasi penyakit yang paling mendasar sekalipun,” kata Mike.
Lihat Juga :