alexametrics

Meet Me After Sunset Ciptakan Hujan Meteor dengan Teknologi CGI

loading...
Meet Me After Sunset Ciptakan Hujan Meteor dengan Teknologi CGI
Film Meet Me After Sunset menggunakan teknologi CGI untuk menciptakan pemandangan yang menakjubkan di lokasi film ini, Desa Ranca Upas, dengan hujan meteor. (KORAN SINDO/Ramadhan Adiputra)
A+ A-
JAKARTA - Film Meet Me After Sunset siap menyapa penikmat film romantis di Tanah Air dengan menghadirkan kisah romansa anak-anak desa. Film produksi terbaru MNC Pictures tersebut dibintangi Agatha Chelsea, Billy Davidson, Maxime Boutier dan Yudha Keling dengan arahan sutradara Daniel Rifki.

Tak sekadar kisah cinta, penonton akan dimanjakan dengan pemandangan alam di malam hari yang menyejukkan mata. Pemilihan sajian suasana malam hari mengikuti jalan cerita tokoh Gadis (Agatha Chelsea) yang hanya keluar rumah ketika matahari tenggelam.



Sajian visual keindahan alam Indonesia yang diangkat dari Desa Ranca Upas, Bandung dan sekitarnya dan dibantu lewat teknologi CGI (Computer Generated Image) untuk menyempurnakannya. Daniel mengatakan bahwa dia menghadirkan fenomena alam dengan bantuan 80% CGI.

"Kita kasih judul magical love story biar kena ke hati. Ada momen meteor, kunang-kunang, kabut dan yang biasa enggak ketangkep mata. Kita 80 persen dibantu CGI untuk membuat meteor dan kunang-kunang untuk lebih romantis," ujar Daniel di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan pada Kamis (11/2/2018).

Dia menambahkan bahwa ide cerita yang dibawa oleh MNC Pictures membuat dirinya mendapatkan tantangan. Dia diuji untuk memvisualisasikan CGI yang awam digunakan untik film laga ke kisah romansa.

"Sebagai sutradara yang ditantang dengan ide umum harus bisa memvisualisasikan dan mungkin biasa CGI di film action tapi kita coba di romance. Ada momen yang enggak bisa ditampilkan di real life jadi dibantu CGI," papar dia.

Untuk menampilkan keindahan malam hari, dia memilih menggunakan teknik Day for Night demi mendapatkan detail pemandangan. Tak sekadar itu, pemandangan juga akan menjadi gambaran perasaan tokoh yang berubah-ubah.

"(Kita pakai) teknik Day for Night kita syuting siang buat malam hari karena kita kalau malam bakal susah dapet detail gunung (atau) pohon lalu kita jadikan malam di post production. Konsepnya setiap set tidak hanya realita indah tapi juga langit yang menyesuaikan perasaan tokoh," beber Daniel.

Meski mengandalkan CGI, tapi, Meet Me After Sunset memberikan jaminan tontonan yang menakjubkan bagi penontonnya. Terutama, untuk adegan yang terjadi di malam hari.

"Adegan malam akan jadi indah banget. Kita manfaatin banget pemandangan lokal kayak stone garden Ranca Upas. Kita hadirkan malam jadi indah buat gadis yang hanya keluar malam hari," tambah produser Miftha S. Yahya.

Meet Me After Sunset mengisahkan tentang kehidupan malam perempuan desa bernama Gadis (Agatha Chelsea) yang menghadari cinta segitiga bersama sahabatnya Bagas (Billy Davidson) dan anak baru dari kota Vino (Maxime Boutier). Rencananya, film ini akan tayang pada 22 Febuari 2018.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak