Sejumlah Musisi Kritisi Kondisi Perpolitikan Tanah Air, Siapkan Single Hikmat dan Bijaksana
Selasa, 12 Desember 2023 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Digo menjelaskan, sila keempat inilah yang sulit diucapkan dan dilaksanakan oleh para pemimpin di negeri ini.
“Sila keempat Pancasila berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, namun yang terjadi saat ini ada pemimpin yang gemar menyuap, melanggar aturan,” ujar dia.
Maka lewat lagu “Hikmat dan Bijaksana”, Digo Cs berharap, kesadaran masyarakat bisa tergugah untuk tidak memilih pemimpin yang seperti itu.
“Kami berharap masyarakat paham, bahwa Indonesia adalah rumah mereka, jadi mereka harus peduli. Jangan sampai kita sebagai pemilik tidak tahu, Jadi ini murni adalah sebagai sebuah pesan moral,” tuturnya.
Sementara Moel Vallo menambahkan saat ini kita seperti tak berada dalam rumah kita sendiri. Karena kalau Indonesia rumah kita, kita tahu dimana kunci rumahnya, tapi saat ini tidak demikian. Masyarakat seperti sedang dibodohi dan kita tidak tahu apa yang dikerjakan para pemimpin itu. Sebab semua seperti kamuflase.
"Dari sanalah tercipta lagu ini. Karena kita butuh pemimpin bijak, berhikmat, mau musyawarah dan mampu mensejahterakan rakyatnya,” tuturnya.
“Sila keempat Pancasila berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, namun yang terjadi saat ini ada pemimpin yang gemar menyuap, melanggar aturan,” ujar dia.
Maka lewat lagu “Hikmat dan Bijaksana”, Digo Cs berharap, kesadaran masyarakat bisa tergugah untuk tidak memilih pemimpin yang seperti itu.
“Kami berharap masyarakat paham, bahwa Indonesia adalah rumah mereka, jadi mereka harus peduli. Jangan sampai kita sebagai pemilik tidak tahu, Jadi ini murni adalah sebagai sebuah pesan moral,” tuturnya.
Sementara Moel Vallo menambahkan saat ini kita seperti tak berada dalam rumah kita sendiri. Karena kalau Indonesia rumah kita, kita tahu dimana kunci rumahnya, tapi saat ini tidak demikian. Masyarakat seperti sedang dibodohi dan kita tidak tahu apa yang dikerjakan para pemimpin itu. Sebab semua seperti kamuflase.
"Dari sanalah tercipta lagu ini. Karena kita butuh pemimpin bijak, berhikmat, mau musyawarah dan mampu mensejahterakan rakyatnya,” tuturnya.
Lihat Juga :