Review Film Lebaran dari Hongkong: Togel, Lebaran, dan Ibu yang Jauh di Hong Kong
Rabu, 13 Desember 2023 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Dari sekian banyak pekerja migran di Hong Kong, salah satu di antaranya ibu dari seorang anak perempuan berusia 6 tahun bernama Puput. Sudah 4 kali Lebaran, ibunya belum juga pulang. Jadi sangat wajar jika Puput amat merindukan ibunya.
Tapi Achmad Faishol selaku sutradara Lebaran dari Hongkong menyiratkan tipis bahwa bisa jadi memang ada masalah di antara ibu dan ayahnya, Yanto. Kita merasakannya tapi Puput tidak. Ketidakharmonisan itu tak kentara dan disembunyikan rapat-rapat oleh kedua orang tuanya.
Barangkali karena Yanto sosok lelaki pemalas. Ia hanya menunggu jatah uang bulanan dari istrinya yang berjibaku mencari uang di negeri orang. Yanto telah kehilangan harga dirinya sebagai laki-laki tapi tak ingin memperlihatkannya di hadapan putri satu-satunya.
Sosok seperti Yanto memang banyak sekali ditemui pada keluarga dengan sang istri merantau jauh ribuan kilometer dari kampung halaman demi memperbaiki masa depan keluarga. Sosok seperti Yanto menjadi duri dalam daging, terus menjadi benalu tapi tetap dibutuhkan untuk mengasuh anak-anak mereka.
NamunLebaran Dari Hongkong yang dipertunjukkan secara daring di Klik Film dalam rangkaian Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2023 memang dipotret secara komedi. Maka soal ketidakharmonisan samar antara Yanto dengan istrinya, juga sosok Yanto yang pemalas, tak menjadi agenda penting dari film ini. Yang diperlihatkan pada kita bagaimana Yanto bersiasat dengan kemalasannya.
![Review Film Lebaran dari Hongkong: Togel, Lebaran, dan Ibu yang Jauh di Hong Kong]()
Foto:Small Time Pictures
Saat sang istri tak bisa mengirim uang jelang Lebaran, mau tak mau Yanto memutar otak. Bukannya berusaha atau mencari pekerjaan, Yanto malah melarikan dirinya pada judi togel. Sebuah jalan pintas bagi seseorang berpikiran sempit seperti dirinya. Sebuah cara untuk bisa keluar dari kebuntuan yang melingkupi akibat kemalasannya.
Tapi Achmad Faishol selaku sutradara Lebaran dari Hongkong menyiratkan tipis bahwa bisa jadi memang ada masalah di antara ibu dan ayahnya, Yanto. Kita merasakannya tapi Puput tidak. Ketidakharmonisan itu tak kentara dan disembunyikan rapat-rapat oleh kedua orang tuanya.
Barangkali karena Yanto sosok lelaki pemalas. Ia hanya menunggu jatah uang bulanan dari istrinya yang berjibaku mencari uang di negeri orang. Yanto telah kehilangan harga dirinya sebagai laki-laki tapi tak ingin memperlihatkannya di hadapan putri satu-satunya.
Sosok seperti Yanto memang banyak sekali ditemui pada keluarga dengan sang istri merantau jauh ribuan kilometer dari kampung halaman demi memperbaiki masa depan keluarga. Sosok seperti Yanto menjadi duri dalam daging, terus menjadi benalu tapi tetap dibutuhkan untuk mengasuh anak-anak mereka.
NamunLebaran Dari Hongkong yang dipertunjukkan secara daring di Klik Film dalam rangkaian Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2023 memang dipotret secara komedi. Maka soal ketidakharmonisan samar antara Yanto dengan istrinya, juga sosok Yanto yang pemalas, tak menjadi agenda penting dari film ini. Yang diperlihatkan pada kita bagaimana Yanto bersiasat dengan kemalasannya.

Foto:Small Time Pictures
Saat sang istri tak bisa mengirim uang jelang Lebaran, mau tak mau Yanto memutar otak. Bukannya berusaha atau mencari pekerjaan, Yanto malah melarikan dirinya pada judi togel. Sebuah jalan pintas bagi seseorang berpikiran sempit seperti dirinya. Sebuah cara untuk bisa keluar dari kebuntuan yang melingkupi akibat kemalasannya.
Lihat Juga :