Review Aquaman and the Lost Kingdom: Pameran Aksi Minim Esensi
Rabu, 20 Desember 2023 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Untuk melakukannya, diciptakanlah cerita tentang David Kane alias Black Manta (Yahya Abdul-Mateen II) yang masih menyimpan bara dendam pada Aquaman karena kematian ayahnya. Dibantu ilmuwan Dr. Shin (Randall Park), ia mencuri sumber daya penting dari Atlantis yang dipakai untuk menambah kekuatannya dalam rangka menumbangkan Aquaman.
Sementara itu, Aquaman yang menyadari kekuatan Black Manta bertambah berlipat-lipat, akhirnya meminta bantuan adiknya yang ia penjarakan, Orm (Patrick Wilson), untuk membantunya. Dari sini, kisah tentang kerajaan yang hilang, ambisi yang membabi buta, pemanasan global, serta bromance menyelip mengisi jalannya durasi film.
Untuk menggambarkan ini semua, James Wan menggunakan sedikitnya lima dunia yang berbeda. Dibuka dengan dunia daratan di rumah Aquaman yang hangat, lalu berpindah ke kapal selam mahaluas buatan Dr. Shin dan Black Manta, berlanjut ke Atlantis dan kerajaan lainnya, lalu ke gurun pasir, dan berakhir di Necrus, kerajaan yang hilang.
![Review Aquaman and the Lost Kingdom: Pameran Aksi Minim Esensi]()
Foto: Warner Bros. Pictures
Masing-masing dunia ini diciptakan dengan kekuatan CGI yang impresif, meski kadang adegan laganya jadi tak tertangkap mata dengan baik, terutama pertarungan yang terjadi di dalam lautan. Lebih gila lagi, di setiap dunia itu selalu ada pertarungan tanpa jeda yang menunjukkan kekuatan fisik Aquaman.
Dalam scene-scene tersebut, Aquaman akan selalu terlihat berlari dan berenang dengan sangat cepat, melempar senjatanya, menggebuk orang, dan berbagai aksi lainnya. Meski tak banyak variasi kekuatan yang ditampilkan, tapi bagi penyuka adegan laga, ini rasanya sudah sangat cukup.
Aquaman and the Lost Kingdombisa dibilang adalah definisi yang tepat untuk menyebut film blockbuster; besar, bising, konyol, dan sering kali minim esensi. James Wan sepertinya memang memilih untuk tidak mengisi durasinya dengan kisah atau penceritaan yang lebih kuat dan menarik di samping gumpalan besar adegan action.
Sementara itu, Aquaman yang menyadari kekuatan Black Manta bertambah berlipat-lipat, akhirnya meminta bantuan adiknya yang ia penjarakan, Orm (Patrick Wilson), untuk membantunya. Dari sini, kisah tentang kerajaan yang hilang, ambisi yang membabi buta, pemanasan global, serta bromance menyelip mengisi jalannya durasi film.
Untuk menggambarkan ini semua, James Wan menggunakan sedikitnya lima dunia yang berbeda. Dibuka dengan dunia daratan di rumah Aquaman yang hangat, lalu berpindah ke kapal selam mahaluas buatan Dr. Shin dan Black Manta, berlanjut ke Atlantis dan kerajaan lainnya, lalu ke gurun pasir, dan berakhir di Necrus, kerajaan yang hilang.

Foto: Warner Bros. Pictures
Masing-masing dunia ini diciptakan dengan kekuatan CGI yang impresif, meski kadang adegan laganya jadi tak tertangkap mata dengan baik, terutama pertarungan yang terjadi di dalam lautan. Lebih gila lagi, di setiap dunia itu selalu ada pertarungan tanpa jeda yang menunjukkan kekuatan fisik Aquaman.
Dalam scene-scene tersebut, Aquaman akan selalu terlihat berlari dan berenang dengan sangat cepat, melempar senjatanya, menggebuk orang, dan berbagai aksi lainnya. Meski tak banyak variasi kekuatan yang ditampilkan, tapi bagi penyuka adegan laga, ini rasanya sudah sangat cukup.
Aquaman and the Lost Kingdombisa dibilang adalah definisi yang tepat untuk menyebut film blockbuster; besar, bising, konyol, dan sering kali minim esensi. James Wan sepertinya memang memilih untuk tidak mengisi durasinya dengan kisah atau penceritaan yang lebih kuat dan menarik di samping gumpalan besar adegan action.
Lihat Juga :