alexametrics

Review Film Black Panther

loading...
Review Film Black Panther
Black Panther memberikan nuansa baru dalam film MCU dengan menyuguhkan satu elemen yang hampir tidak ada di film superhero Hollywood masa kini, yaitu mitos. (Disney Movies)
A+ A-
JAKARTA - Marvel Cinematic Universe (MCU) memperkenalkan lebih dalam salah satu tokohnya, Black Panther. Muncul kali pertama di Captain America: Civil War (2016), tokoh ini langsung mencuri perhatian banyak orang bukan hanya karena kostumnya yang menarik, tapi juga karena asalnya, yaitu Wakanda.

Wakanda adalah negara fiktif yang berada di Afrika. Dikisahkan, negara berupa kerajaan kecil ini meski dilihat sebagai negara paling miskin  di dunia, sesungguhnya adalah sebuah negara yang sangat maju. Vibrarium yang berada di negara ini membuat mereka menjadi kerajaan kecil dengan teknologi paling maju di Afrika dan bahkan dunia.



Sejarah pendek tapi lengkap Wakanda bakal membuka film Black Panther, yang merupakan persembahan terbaru MCU. Tak hanya tentang Wakanda, pembukaan film ini juga akan mengisahkan bagaimana Black Panther tercipta.

Film ini adalah lanjutan dari Captain America: Civil War dimana Raja Wakanda, T’Chaka (John Kani), tewas akibat serangan bom di markas PBB di Wina, Austria. Begitu T’Chaka tewas, T’Challa (Chadwick Boseman), sang putra mahkota dan pewaris takhta, pun berhak mewarisi takhta dan juga kekuatan Black Panther yang sudah turun temurun.

Kembali ke Wakanda, T’Challa harus mengikuti ritual sebagai Raja sekaligus Black Panther baru. Salah satunya adalah mengumpulkan semua perwakilan suku-suku yang mendukung kerajaan Wakanda. T’Challa pun menjemput Nakia (Lupita Nyong’o) yang sedang bertugas menjadi mata-mata.

Selain itu, T’Challa juga harus menjalani ritual untuk menghadapi tantangan siapa pun yang tak setuju dengan pemilihannya sebagai raja dan Black Panther. Salah satu yang tidak setuju adalah M’Baku (Winston Duke) dari suku Jabari. Dia menantang T’Challa bertarung di air. Pertarungan itu dimenangkan T’Challa dengan penuh perjuangan.

Tugas pertama T’Challa sebagai raja adalah menyeret Ulysses Klaue (Andy Serkis) yang mencuri vibrarium dari kerajaan itu. Klaue kemudian diketahui mencuri sebuah artefak vibrarium dari sebuah museum di London. Dia akan menjual artefak itu kepada pembeli di Busan, Korea Selatan.

T’Challa kemudian pergi ke Busan bersama Nakia dan jenderalnya, Okoye (Danai Gurira). Tak disangka, di Busan, T’Challa bertemu agen Everett Ross (Martin Freeman). Keduanya pernah bertemu di film Captain America: Civil War.

Penjualan artefak itu berhasil digagalkan. Klaue ditangkap. Tapi, dia kemudian dibebaskan anak buahnya yang juga termasuk Erik Killmonger (Michael B Jordan) yang ternyata punya agenda tersendiri. Kegagalan T’Challa membawa pulang Klaue membuat pemimpin suku perbatasan, W’Kabi (Daniel Kaluuya) kecewa. Tapi, kekecewaan itu sirna dengan kemunculan Erik.

Black Panther memberikan nuansa baru dalam film MCU hingga 10 tahun perjalanan mereka. Di film ini, Anda tidak hanya akan disuguhi teknologi canggih disertai pemandangan indah Wakanda, tapi ada satu elemen lain yang sepertinya sudah ditinggalkan banyak film Hollywood, yaitu mitos.

Sutradara Ryan Coogler berhasil menyatukan dua elemen yang kontras ini di Black Panther dengan indah. Sisi teknologi Wakanda direpresentasikan dengan baik oleh kehadiran adik T’Challa, Shuri (Leslie Wright), sementara tidak meninggalkan tradisi dan mitos yang sudah turun temurun. Penggunaan Heart-Shaped Herb yang menjadi sumber kekuatan Black Panther dan penghubung antara manusia dengan para leluhurnya menjadi representasi menarik dari film ini. Black Panther juga menggali lebih dalam tentang kisah keluarga T’Challa yang ternyata memiliki sejarah kelam. Film ini mengungkapkan kisah tersebut tanpa drama berlebihan tapi tetap enak ditonton.

Yang menarik, ini adalah film MCU dengan tokoh pejuang wanita paling banyak. Bahkan, dua orang kepercayaan T’Challa pun adalah perempuan, yaitu Nakia yang merupakan mantan pacarnya dan juga Okoye, jenderal botak dengan tingkat loyalitas yang tinggi.

Jika Anda mengharapkan film ini bakal seperti Thor: Ragnarok, maka buang jauh-jauh pikiran tersebut. Black Panther adalah sebuah film perkenalan tokoh yang padat, detil, simpel, fokus pada poinnya, tapi tetap tidak kehilangan fun di dalamnya.

Film ini bukan hanya tentang Black Panther, tapi juga tentang Wakanda, sebuah kerajaan kecil yang disebut memegang peranan penting di film Marvel yang akan datang, Avengers: Infinity War. Ya, lebih baik, jangan tinggalkan kursi Anda karena dua adegan pascakredit di film ini akan membuat Anda terpukau.

Black Panther bakal mulai tayang di bioskop kesayangan Anda mulai hari ini, Rabu (14/2/2018). Selamat menonton!

(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak