alexametrics

Pop Up Booth Gelang Harapan Kanker Serviks Dibuka di Senayan City

loading...
Pop Up Booth Gelang Harapan Kanker Serviks Dibuka di Senayan City
KICKS dan Yayasan Dunia Kasih Harapan membuka pop up booth Gelang Harapan Kanker Serviks di Senayan City sebagai edukasi pencegahan kanker serviks. (healthywomen)
A+ A-
JAKARTA - Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) kembali mengedukasi dan menghimbau wanita Indonesia dan masyarakat umum tentang pentingnya pencegahan kanker serviks. Dalam rangka Hari Kanker Sedunia dan masih bagian dari kampanye publik #CegahKankerServiks, KICKS bekerja sama dengan Yayasan Dunia Kasih Harapan “Bracelet of HOPE” membuka pop-up booth Gelang Harapan Kanker Serviks sepanjang bulan Februari yang berlokasi di Senayan City.

Sebagai salah satu rangkaian dari kegiatan tersebut, KICKS, Bracelet of HOPE dan Senayan City menggelar talk show Kenali Pencegahan Kanker Serviks yang ditujukan untuk komunitas wanita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada wanita Indonesia yang berada di usia produktif akan bahaya dan pencegahan kanker serviks.

"Talk show ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan kami selama pop-up booth Gelang Harapan Kanker Serviks di Senayan City berlangsung. Hadirnya para komunitas perempuan disini hari ini saya harap tidak hanya dapat teredukasi mengenai bahaya serta pencegahan kanker serviks tapi juga mereka termotivasi untuk segera melakukan tindakan pencegahan dan menyebarkan informasi yang didapat hari ini ke khalayak yang lebih luas lagi,” tutur Duta Cegah Kanker Serviks, artis sekaligus Co-Founder Bracelet of HOPE, Wulan Guritno melalui keterangan pers yang diterima SINDOnews.

Sebagai upaya melanjutkan kampanye pencegahan kanker serviks, KICKS dan Bracelet of HOPE yang berkolaborasi dengan Senayan City juga bermaksud mengajak masyarakat untuk tergugah hatinya untuk mendukung gerakan #CegahKankerServiks melalui Gelang Harapan Kanker Serviks. Gelang Harapan Kanker Serviks ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian serta kesadaran masyarakat umum, khususnya perempuan akan kondisi kanker serviks di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.

Kanker serviks masih menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan. Data GLOBOCAN 2012 menunjukan bahwa lebih dari satu perempuan meninggal setiap jamnya karena kanker serviks dan dilaporkan bahwa terdapat 58 kasus baru setiap harinya. Fakta ini juga menunjukan bahwa kanker serviks masih merupakan salah satu kanker pembunuh paling tinggi di Indonesia. Kurangnya edukasi dan pengetahuan mengenai kanker serviks masih menjadi faktor besar yang menyebabkan tingginya angka penderita satu-satunya kanker yang bisa dicegah ini.

“Kanker serviks bukan karena faktor keturunan, tetapi penyebab utamanya adalah Human Papillomavirus (HPV). Oleh sebab itu, kanker serviks seharusnya bisa dicegah dengan dua cara, yang pertama dengan pencegahan primer melalui vaksinasi HPV dan edukasi kesehatan, serta pencegahan sekunder melalui skrining rutin (Pap Smear, Tes IVA, Tes HPV DNA). Dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat luas, terutama perempuan Indonesia akan pentingnya langkah pencegahan ini. Memang perlu adanya gerakan-gerakan seperti yang dilakukan oleh KICKS dan Bracelet of HOPE ini untuk memastikan masyarakat lebih peduli dengan masalah ini. Saya juga berharap masyarakat dapat lebih termotivasi dan tergerak untuk segera melakukan tindakan nyata dalam melindungi dirinya, karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati,” papar Obgyn Specialist Siloam Hospital Semanggi dr. Adriansjah Dara, SpOG, MKes.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak