alexametrics

Review Film Tomb Raider

loading...
Review Film Tomb Raider
Alicia Vikander tampil baik sebagai Lara Croft di film Tomb Raider. Sayang, alur cerita yang mudah ditebak membuat film ini menjadi terasa membosankan. (croftgeneration.com)
A+ A-
JAKARTA - Warner Bros. mempersembahkan kembali petualangan Lara Croft lewat Tomb Raider. Film baru yang diangkat dari game yang dirilis pada 2013 itu disutradarai Roar Uthaug dengan Alicia Vikander didapuk sebagai pemeran tokoh yang dulu pernah dibawakan Angelina Jolie tersebut.

Angelina pernah dinilai sebagai sosok yang sempurna untuk memerankan tokoh Lara di film yang dirilis pada 2001 itu. Jadi, Alicia sepertinya punya beban tersendiri untuk bisa membawakan tokoh Lara sesuai harapan banyak orang.

Tomb Raider mengisahkan tentang Lara Croft (Alicia) yang masih belum menjadi seorang petualang. Lara menjalani hidupnya di London sebagai kurir barang dengan naik sepeda. Ayahnya, Sir Richard Croft (Dominic West), menghilang sekitar 7 tahun lalu ketika melakukan ekspedisi ke Jepang.

Suatu hari, Lara pergi ke kantor sang ayah untuk menandatangani surat warisan di mana ayahnya dinyatakan sudah meninggal. Bukannya menandatangani surat itu, dia malah menemukan barang peninggalan sang ayah dan memberikan kunci ke tempat rahasia sang ayah di rumah.



Lara menemukan sebuah ruangan bawah tanah yang berisi penuh benda-benda peninggalan ayahnya dan juga hasil penelitiannya. Salah satunya adalah penelitian tentang mitos Jepang, yaitu Himiko, yang disebut ratu yang jahat.

Penemuan itu membawanya pergi ke Hong Kong, di mana dia bertemu Lu Ren (Daniel Wu), anak kapten kapal yang pernah disewa ayahnya. Berdua, mereka pergi ke pulau Yamatai, tempat kuburan Himiko.

Setelah kapal mereka terempas badai, Lara dan Lu Ren kemudian ditangkap Mathias Vogel (Walton Goggins) yang berada di pulau itu untuk membongkar makam Himiko. Lara pun harus mencari cara untuk lolos dari sekapan Mathias dan berusaha mencegah Mathias membongkar makam tersebut.

Alicia berhasil membawakan Lara versinya sendiri. Di film ini, Lara adalah tokoh yang kuat, mampu mengalahkan musuhnya tanpa memegang senjata api dan pandai bela diri. Alicia juga memperlihatkan sosok awal Lara yang seorang gadis yang berjuang untuk hidup dengan caranya sendiri tanpa memanfaatkan warisan berlimpah yang dia dapatkan dari sang ayah.

Tak perlu diragukan, Alicia adalah pusat dari cerita ini. Para pemeran lainnya hanya mendapatkan panggung kecil di film ini. Penampilan Daniel Wu sebagai Lu Ren yang baik pun tak mendapatkan banyak tempat sepanjang 118 menit perjalanan film ini. Tokoh jahatnya, Vogel, hanyalah penjahat stereotipe yang mudah dilupakan.

Perjalanan awal Lara untuk kemudian menjelajah ke Jepang cukup menarik disimak. Penggambaran siapa Lara di awal film ini sebenarnya cukup menjanjikan untuk mendapatkan kisah yang menarik. Sayang, di bagian tengah ke belakang, film ini jadi membosankan.

Ada rasa yang akan membawa Anda seolah menonton film old school di Tomb Raider ini. Terlebih ketika Anda dibawa ke makam Himiko, mungkin Anda akan teringat adegan film jadul Indiana Jones.

Selain itu, jika Anda berharap akan melihat sosok Lara Croft seksi seperti yang pernah digambarkan Angelina Jolie, maka lupakanlah. Lara Croft versi Alicia lebih realistis dan juga lebih berani tanpa embel-embel seksi. Dia terlihat lebih tangguh dengan apa yang dia alami dan jalani dalam hidupnya.
halaman ke-1 dari 2

BERITA TERKAIT

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak